Kamis, 11 Juni 2026 18:41

Sensus Ekonomi 2026: BPS Bandung Siapkan 2.000 Petugas, Bidik Ekonomi Digital

Sensus Ekonomi 2026: BPS Bandung Siapkan 2.000 Petugas, Bidik Ekonomi Digital

Dengan dukungan teknologi digital, sistem pemantauan real-time serta ribuan petugas yang telah dipersiapkan, Kota Bandung optimistis mampu menghasilkan data ekonomi yang akurat.

BANDUNG, PEDOMANMEDIA - Sebanyak hampir 2.000 calon petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 Kota Bandung mengikuti pelatihan. Pelatihan ini sebagai persiapan menjelang pendataan besar yang akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 30 Agustus 2026.

Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memetakan secara menyeluruh aktivitas ekonomi masyarakat Kota Bandung. Termasuk perkembangan pesat ekonomi digital yang kini menjadi motor pertumbuhan baru.

Kepala BPS Kota Bandung, Nevi Hendri mengatakan, Sensus Ekonomi merupakan kegiatan strategis yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk mendata seluruh pelaku usaha dan aktivitas ekonomi tanpa terkecuali.

Baca Juga

“Kalau sensus, semua didata. Tidak ada yang terlewat, seluruh pelaku usaha ekonomi dan rumah tangga di Kota Bandung akan menjadi sasaran pendataan,” kata Nevi di Hotel Sari Ater Kamboti, Kamis (11/6/26).

Menurut Nevi, sensus kali ini memiliki tantangan berbeda dibandingkan satu dekade lalu. Perubahan pola transaksi masyarakat akibat perkembangan teknologi membuat aktivitas ekonomi digital tumbuh sangat cepat.

Pada 2016, transaksi melalui e-commerce, dompet digital, hingga profesi seperti konten kreator dan dropshipper belum sebesar sekarang. Namun pada 2026, fenomena tersebut diperkirakan akan memberikan gambaran baru terhadap struktur ekonomi Kota Bandung.

“Generasi muda sekarang bisa menghasilkan pendapatan hanya bermodalkan telepon genggam dan internet. Aktivitas ekonomi seperti ini harus terdata karena menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi Kota Bandung,” ujarnya.

Sebanyak 650 peserta mengikuti pelatihan pada gelombang pertama yang tersebar di empat training center. Mereka akan dibekali kemampuan teknis, pemahaman instrumen pendataan hingga penggunaan aplikasi digital yang mendukung pelaksanaan sensus di lapangan.

Nevi mengingatkan para petugas agar menjalankan tugas dengan penuh integritas dan amanah. Ia menjelaskan kualitas data menjadi prioritas utama karena hasil sensus akan digunakan sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Jangan main-main dengan data. Data yang dikumpulkan akan menentukan arah kebijakan ekonomi, sosial, hingga kesejahteraan masyarakat ke depan,” jelasnya.

Selain memetakan pelaku usaha, sensus juga akan memperbarui berbagai informasi sosial ekonomi rumah tangga yang nantinya menjadi referensi pemerintah dalam menyusun program intervensi dan bantuan bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyampaikan apresiasi kepada BPS Kota Bandung atas persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dinilai sangat matang.

Menurutnya, para petugas sensus bukan sekadar pengumpul data tetapi menjadi garda terdepan yang menentukan kualitas informasi ekonomi Kota Bandung.

“Data yang akurat adalah aset pembangunan yang sangat berharga. Kebijakan yang tepat hanya bisa lahir dari data yang benar,” ujar Erwin.

Ia mengajak seluruh petugas untuk menjalankan tugas dengan niat pengabdian dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Erwin juga menekankan pentingnya menjaga etika, profesionalisme serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat saat melakukan pendataan.

Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan berbagai program pembangunan daerah termasuk penguatan sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi Kota Bandung.

Pemkot Bandung berencana memperkuat layanan pemberdayaan usaha melalui pembangunan UMKM Center di 30 kecamatan. Data hasil sensus akan menjadi rujukan utama dalam menentukan bentuk intervensi dan bantuan yang tepat sasaran bagi pelaku usaha.

Dengan dukungan teknologi digital, sistem pemantauan real-time serta ribuan petugas yang telah dipersiapkan, Kota Bandung optimistis mampu menghasilkan data ekonomi yang akurat dan berkualitas untuk mendukung pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar tugas administratif. Ini adalah tugas pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat untuk menghadirkan masa depan Kota Bandung yang lebih baik,” tuturnya.

Penulis : Bobi

Editor : Muh. Syakir
#BPS Bandung #Sensus Ekonomi 2026 #Ekonomi Digital
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer