Kamis, 11 Juni 2026 19:12

Raffi Ahmad Bantah Terlibat Korupsi Bea Cukai: Ditawari iPhone, Saya Bilang Nggak

Raffi Ahmad
Raffi Ahmad

Untuk para tersangka penerima suap dari pihak Bea Cukai masih menjalani proses penyidikan.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Artis yang juga Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan suap PT Blueray Cargo ke pejabat Bea Cukai terkait importasi barang. Raffi mengaku pernah ditawari iPhone dan Blueray namun ia tolak.

Raffi menjelaskan, persoalan ini bermula ketika dirinya sedang berada di New York, Amerika Serikat, Oktober 2024 lalu. Di sana, Raffi ingin mengikuti Chicago Marathon bersama Ariel Noah, Gading Marten, dan Desta.

"Setelah selesai dari Chicago, karena masih ada waktu kosong, saya berangkat ke New York sebentar. Di New York, saya mempromosikan teman-teman yang punya usaha di sana, ada Awang Kitchen, ada Indo Java," kata Raffi Ahmad saat konferensi pers, Le Nusa, Jakarta, Kamis (11/6).

Baca Juga

Setelah selesai makan di restoran tersebut, sejumlah pegawai Blueray yang berkantor di sebelahnya melihat keberadaan Raffi dan meminta foto bersama di depan toko. Raffi juga mengaku hanya sebatas basa-basi saja dengan para pegawai Blueray.

“Mereka panggil saya, 'Mas Raffi, Mas Ariel, Mas Gading, foto dong sama saya'. Ya sudah, kami foto di depan tokonya, tidak masuk ke dalam. Mereka memperkenalkan diri, tapi saya nggak kenal," tutur Raffi.

"Lalu mereka bilang, 'Mas Raffi, perusahaan kami Blueray ini bisa kirimin apa pun, mau handphone, laptop, iPad'. Saya cuma basa-basi saja, 'Oh iya ya, nanti kalau ada handphone baru boleh'. Hanya sebatas itu, intinya saya basa-basi," jelas Raffi.

Menurut Raffi, pihak Blueray kemudian sempat menawarkan untuk mengirimkan satu unit iPhone baru secara gratis ke Indonesia. Namun, tawaran tersebut langsung ditolaknya.

"Di sini terjadi basa-basi sedikit. Si ceweknya menawarkan mau nggak kirim iPhone baru gratis? Saya bilang, 'Aduh nggak usah, nggak usah'. Dia ada chat ke Vina (teman Raffi) bilang mau kasih gratis, saya tetap nggak mau. Jadi, kirim juga nggak, beli juga nggak, ditawarin gratis pun nggak mau," tegas Raffi.

Sementara itu, kuasa hukum Raffi Ahmad, Hotman Paris Hutapea, menyimpulkan bahwa Raffi benar-benar tidak memiliki kaitan khusus dengan kasus korupsi yang sedang diusut. Hotman menegaskan Raffi tidak pernah menerima tawaran apa pun dari pihak Blueray.

"Kesimpulannya: satu, Raffi tidak pernah berkunjung ke Blueray, hanya foto di depannya. Dua, Raffi berkunjung ke Awang Kitchen, lalu pegawai Blueray minta foto bareng. Tiga, Raffi tidak pernah pesan barang. Empat, mereka menawarkan iPhone gratis tapi Raffi menolak. Jadi benar-benar satu handphone pun tidak pernah pesan, minta juga nggak, dikirim juga nggak. Total nol," pungkas Hotman.

Nama Raffi Muncul di Penyidikan

KPK mengungkapkan nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, muncul dalam penyidikan dugaan suap importasi barang di lingkungan Ditjen Bea Cukai.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Taufik Ahmad Husein, mengatakan nama Raffi ikut muncul karena sempat menitip untuk memasukkan barang ke Indonesia melalui PT Blueray Cargo.

PT Blueray Cargo diduga menjadi pihak penyuap pejabat Bea Cukai dalam kasus ini.

"Betul, ada fakta saudara RA itu menitip," kata Taufik kepada wartawan, Senin (8/6).

Dia mengungkapkan, Raffi menitipkan dua unit barang elektronik.

"Tapi kami waktu itu belum sampai kepada mengarah bahwa itu penyelundupan karena ini hanya sekitar ada dua unit mungkin yang dititipkan, laptop mungkin, karena ada perkenalan atau siapa," jelas dia.

Menurut Taufik, nama Raffi tersebut juga kemudian muncul dalam persidangan.

Dalam kasus ini, pihak pemberi suap sedang menjalani sidang. Termasuk salah satunya pemilik PT Blueray John Field.

Dia didakwa menyuap pejabat Ditjen Bea Cukai sebesar Rp 61 miliar. Suap diberikan agar barang impor milik perusahaannya bisa lolos dari pengawasan kepabeanan.

Namun, menurut Taufik, munculnya nama Raffi Ahmad belum diusut lebih jauh karena penyidik belum menemukan adanya keterkaitan dengan pokok perkaranya.

"Sehingga itu kemudian diproses penyidikan yang Blueray kemarin kami tidak kembangkan terlalu jauh karena belum sampai kepada fakta-fakta yang menguatkan bahwa itu jadi bagian dari peristiwa Blueray mengurus keimigrasian di Ditjen Bea Cukai sehingga kemudian itu tidak kami lakukan pemanggilan," papar Taufik.

Meski begitu, Taufik tak menutup kemungkinan masalah ini akan didalami lagi oleh penyidik jika dirasa dibutuhkan. Untuk para tersangka penerima suap dari pihak Bea Cukai masih menjalani proses penyidikan.

 

Editor : Muh. Syakir
#Raffi Ahmad #Kasus korupsi bea cukai
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer