TATOR, PEDOMANMEDIA – Di usianya yang tidak lagi muda dan dengan kondisi kesehatan yang mulai menurun, semangat Markus Batik (62) untuk menjaga kesehatannya tidak pernah surut. Pria asal Getengan, Kabupaten Tana Toraja ini telah sekitar enam bulan terakhir rutin menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Fatima Makale karena mengalami sesak napas.
“Setiap satu bulan sekali saya ke RS Fatima untuk berobat di Poli Penyakit Dalam. Saya sering merasakan sesak di dada dan sudah berbulan-bulan, jadi saya tetap harus rutin minum obat,” tutur Markus saat ditemui sedang menunggu pemeriksaan di depan Poli Penyakit Dalam, Senin (04/05).
Terdaftar aktif sebagai peserta segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), Markus mengaku tidak pernah terbebani biaya selama menjalani pengobatan. Hingga saat ini, ia tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Mulai dari pemeriksaan awal di puskesmas, pelayanan di rumah sakit, hingga obat-obatan, seluruhnya dijamin oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Berkat kepesertaan JKN, saya tidak pernah mengeluarkan biaya untuk berobat. Dari awal pemeriksaan sampai mendapatkan obat, semuanya ditanggung. Saya hanya mengeluarkan ongkos transportasi untuk datang ke sini,” ungkapnya dengan nada lega.
Lebih lanjut, Markus juga pernah merasakan manfaat JKN saat harus menjalani rawat inap akibat malaria yang sempat dialaminya. Menurutnya, melalui Program JKN ia dapat menjalani pengobatan dengan lebih tenang tanpa harus memikirkan biaya pelayanan kesehatan.
"Saya pernah dirawat inap selama tujuh hari di rumah sakit karena terkena malaria saat di Jayapura. Waktu itu saya tidak lagi memikirkan biaya karena semuanya sudah ditanggung JKN. Jadi saya bisa lebih tenang menjalani perawatan sampai kondisi membaik,” tambahnya.
Pengalaman tersebut membuat Markus semakin yakin akan pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Ia menilai keberadaan Program JKN sangat membantu masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan pengobatan rutin maupun perawatan medis berkelanjutan.
Di usianya yang tidak lagi muda, Markus menyadari bahwa risiko terserang penyakit semakin besar. Karena itu, kehadiran Program JKN menjadi hal yang sangat ia syukuri. Baginya, jaminan kesehatan tersebut memberikan rasa aman di tengah kondisi fisik yang tidak lagi sekuat dahulu.
Markus mengaku merasa lebih tenang karena tidak perlu khawatir memikirkan biaya setiap kali harus berobat. Ia dapat menjalani pemeriksaan dan pengobatan secara rutin sehingga kondisi kesehatannya tetap terpantau dengan baik.
“Dengan akses layanan kesehatan yang semakin mudah dan berkualitas, saya merasa lega atas hadirnya jaminan kesehatan ini. Di usia yang semakin rentan terhadap penyakit, Program JKN menjadi harapan bagi saya. Jadi kalau saya sakit, saya tidak khawatir soal biaya dan tetap bisa mendapatkan pelayanan dengan baik,” tutupnya.
BERITA TERKAIT
-
Pasien RS Elim Dicoret dari BPJS Kesehatan PBI, Dinsos Torut Janji Aktifkan Kembali
-
Hendak Berobat, Pasien RS Elim Torut Kaget Namanya Dicoret dari BPJS Kesehatan PBI
-
Program JKN Jadi Andalan Antonius Untuk Lindungi Kesehatan Keluarga
-
BPJS Keliling Hadir di Puskesmas Getengan, Permudah Akses Layanan Administrasi JKN
-
Marsi Ungkap Rasa Syukur, Berkat JKN Operasi Usus Buntu Lancar Tanpa Biaya