Sabet Juara Monolog FL3SN, Pertunjukan "Airin" Bakal Tour Bawa Misi Gerakan Kecil Bersama
Selain itu Guru Pembimbing SMAN 1 Kasokandel, Tati sangat mengapresiasi keberhasilan Kania dalam memerankan Tokoh "Airin".
MAJALENGKA, PEDOMANMEDIA – Diangkat dari kisah nyata dengan latar belakang perjuangan hidup Penyandang Disabilitas di kemas dalam Pertunjukkan Teater Monolog yang belum lama ini meraih Juara 1 Festival Lomba Seni & Sastra Siswa Nasional (FL3SN) Monolog se-Kabupaten Majalengka yang berlangsung pada 28 April 2026, hingga memperoleh kesempatan mewakili Kabupaten Majalengka di tingkat Provinsi Festival Lomba Seni & Sastra Siswa (FL3SN) Nasional.
Adapun Monolog yang diperankan Aktor Muda Kania Kalingga asal Desa Jatiwangi, Kec. Jatiwangi, Kab. Majalengka, Jawa Barat yang masih berusia 17 tahun, merupakan Siswi SMAN 1 Kasokandel, Majalengka dalam pertunjukkannya sangat mendalami perannya sebagai Penyandang Disabilitas Bisu dan Tuli dengan menggunakan bahasa tubuh menyampaikan isyarat pesan dan teks kepada penonton.
"Airin bukan dongeng. Tidak ada istana. Tidak ada puteri yang dipuja pangeran.
Yang ada: jalan setapak 1 Km yang dilalui setiap fajar demi seember air.
Yang ada: seragam sekolah yang bau, karena mandi adalah kemewahan.
Yang ada: seorang remaja bisu-tuli, yang diamnya justru berteriak, menampar kita yang terlalu fasih membicarakan negara sambil abai pada tetangga."
Itu bukan bait naskah. Itu udara yang dihirup setiap hari di salah satu kaki Gunung Ciremai, Majalengka. Ironi yang tak sempat ditulis di buku geografi: lereng yang hijau, tapi warganya kehausan. Bertahun-tahun.
Dari tanah yang haus itulah Airin lahir. Monolog yang baru saja merebut Juara 1 FL3SN Monolog Kabupaten Majalengka, 28 April 2026. Kini, Airin tak mau diam di etalase piala. Direncanakan sepanjang Juni-Juli 2026, dengan bendera MANAJEMEN AIRIN ia akan gerilya dari Majalengka ke berbagai kota. Masuk panggung, kantor pejabat sampai ke ruang tamu.
“Airin mencoba bersikap, setelah meraih Juara 1 pertunjukkan Monolog "Airin" pertunjukkannya akan kami gelar juga di beberapa Kota," kata Ocky Sandi, pimpinan Klub Teater Majalengka, sutradara dan penulisnya, saat di temui sesuai latihan di salah satu rumah warga Blok Ahad, Desa jatiwangi, Kec. Jatiwangi, (05/05/26) Selasa Malam
Ocky sapaan akrab sang Sutradara ini juga menjelaskan dalam naskah "Airin" menguatkan isu tentang Air karena sering kali di landa kekeringan agar pihak terkait dapat mencarikan solusi atas kesulitan Air.
“Memperkuat isu keadilan air ini, agar pihak terkait dapat memberikan solusi mengatasi kesulitan Air karena kekeringan," jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pertunjukkan "Airin' tidak hanya sekedar menggambarkan kondisi yang terjadi Majalengka melainkan Daerah lainnya yang kerap di landa Kekeringan.
"Airin adalah Majalengka. Tapi Airin juga Indramayu yang langganan kekeringan. Airin adalah wajah siapa saja yang tinggal di negeri kaya air, tapi berselimut kehausan. Bicara Airin adalah bicara Indonesia. Sebuah bangsa yang subur sumber daya, tapi rakyatnya kurus karena haus dan Melalui Airin, kami membawa misi dan merawat harapan bernama ‘Gerakan Kecil Bersama, demi Air yang tak kunjung dialirkan," Ungkapnya.
Dari Tropi ke Panggung Sedekat Dapur
Kania Kalingga, 17 tahun, siswi SMAN 1 Kasokandel, adalah tubuh dan suara Airin. Sekitar Agustus 2026 nanti ia akan membawa nama Majalengka ke FLS3N Jawa Barat. Tapi Juni-Juli ini, ia memilih “pemanasan” yang tak lazim: tour gerilya dan mengetuk pintu sejumlah peminat pertunjukkan Teater Monolog.
Sementara itu menurut Kania Kalingga Aktor Muda yang telah menyabet Juara 1 Festival Lomba Seni & Sastra Siswa Nasional (FL3SN) Se - Kabupaten Majalengka, mengatakan peran yang dia bawakan hanya kurang lebih 30 menit dan tokoh "Airin itu Penyandang Disabilitas Bisu dan Tuli dengan kehidupan yang berat selama bertahun - tahun.
“Airin itu bisu-tuli. Setiap hari ia memikul air, bukan keluhan. Saya jadi juara karena menirunya tak lebih dari 30 menit, sedangkan dia menjalani hidup berat bertahun-tahun. Airin bilang: kalau nunggu rapat, keburu kering. Kalau nunggu birokrasi, keburu tamat sekolah. Tapi kalau satu video kita viral, satu pintu kita ketuk, besok jetpam dan pipa segera dipasang lalu air bisa mengalir. Medsos itu pengeras suara. Yang bisu saja bergerak. Masa kita diam?," jelas Gadis Kelahiran Desa Jatiwangi.
Selain itu Guru Pembimbing SMAN 1 Kasokandel, Tati sangat mengapresiasi keberhasilan Kania dalam memerankan Tokoh "Airin".
“Kania mengajari saya bahwa kelas terbaik kadang beratap langit, dan papan tulisnya adalah layar handphone. Ia bilang, ‘Bu, percuma saya juara kalau Airin masih mengangkut air’. Airin bukan hanya tentang Majalengka. Ini cermin. Tugas saya dan sekolah (SMAN 1 Kasokandel) bukan cuma mengantar -dengan dukungan penuh- Kania ke provinsi untuk tampil maksimal, tapi mengantar pendidikan kesadaran ini ke seribu pintu dan seribu kepala,” tutupnya.
Penulis : Bobi
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
