Harga Bahan Pokok Naik, Pemprov Sulsel: Inflasi Bisa Dikendalikan
Untuk komoditas pangan, kenaikan hanya terjadi pada beberapa item tertentu seperti cabai rawit dan ikan laut karena faktor cuaca, namun stok secara keseluruhan masih mencukupi
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Meski angka inflasi saat ini menunjukkan kenaikan, pemerintah menegaskan bahwa stok barang kebutuhan pokok dalam kondisi aman dan jalur distribusi dari produsen ke konsumen tetap berjalan lancar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat untuk menjamin ketersediaan stok pangan dan stabilitas harga di pasar Menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Demikian disampaikan Analis Kebijakan Ahli Madya Pada Biro Perekonomian Dan Administrasi Pembangunan Setda Prov. Sulsel, Hijir Ismail A. Rasyad saat diwawancara rri Selasa, 17 Maret 2026.
Saat ini pemerintah telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk memantau jalur logistik. Dari hasil pantauan di rute Makassar, Pangkep, hingga Enrekang, tim tidak menemukan hambatan distribusi yang mengkhawatirkan. Kelancaran arus barang ini menjadi kunci utama agar tidak terjadi kelangkaan yang bisa memicu lonjakan harga mendadak.
“Karenanya kami juga dari Biro Perekonomian, beberapa hari yang lalu kami membentuk tim, Jadi ada ke Selatan itu sampai Bantaeng dan Bulukumba, kemudian saya sendiri ada di Pangkep sampai di Parepare dan Enrekang dan Ternyata tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan terkait harga distribusi itu, koordinasi kita dan tetap dijaga saja,” tutur Hijir.
Untuk memastikan persediaan dan harga tetap stabil, salah satu strategi utama yang dijalankan adalah penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah GPM secara serentak di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Program ini dirancang untuk mengintervensi pasar secara langsung dengan menyediakan bahan pokok di bawah harga pasar. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat saat permintaan kebutuhan pokok biasanya meningkat tajam menjelang lebaran.
“tentu disosialisasikan bahwa tetap tenang saja, nggak usah panik atau panic buying begitu, sehingga harus membeli barang kebutuhan dalam jumlah banyak Karena itu kan juga secara psikologi bisa mendorong terjadinya tingkat inflasi, jadi Beli yang layak-layak sajalah,” harapnya.
Terkait kenaikan inflasi yang mencapai 6,13 persen, pemerintah menjelaskan bahwa kenaikan tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh faktor non-pangan, seperti kenaikan harga emas dan penyesuaian tarif listrik. Untuk komoditas pangan, kenaikan hanya terjadi pada beberapa item tertentu seperti cabai rawit dan ikan laut karena faktor cuaca, namun stok secara keseluruhan masih mencukupi.
Dikatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat melalui rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kemendagri. Sinergi ini bertujuan untuk memetakan tantangan ekonomi ke depan, termasuk mengantisipasi dampak geopolitik global yang mungkin mempengaruhi harga bahan bakar minyak BBM dan energi di dalam negeri.
"Melalui berbagai langkah mitigasi ini, diharapkan tingkat inflasi di Sulawesi Selatan dapat segera turun dan kembali stabil. Kami minta masyarakat untuk tetap fokus menjalankan ibadah dan merayakan hari raya dengan penuh kesederhanaan, sementara pemerintah bekerja di belakang layar untuk memastikan semua kebutuhan pokok tetap tersedia di pasar dengan harga yang terjangkau," tutupnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
