TORUT, PEDOMANMEDIA- Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong mengaku sangat perihatin dengan maraknya peredaran narkoba di Toraja Utara. Frederik menyebut, narkoba sudah masuk ke semua strata masyarakat.
"Sangat-sangat perihatin," kata Frederik di ruang kerjanya, Kamis 19 Februari 2026.
Menurut Frederik, sasaran peredaran narkoba saat ini cenderung pada anak anak usia produkti dan pelajar.
"Bayangkan, dampaknya luar biasa. Korbannya bukan hanya anak sekolah, tetapi anak dewasa yang usia-usia produktif," terang Frederik.
Dengan demikian, Frederik mendorong penegakan hukum untuk memberantas narkoba di Toraja Utara.
"Penegakan hukum kita dorong, kita support. Siapa yang kita dorong, ya aparat penegakan hukum," tutur Frederik.
Dia menambahkan, di Indonesia, bisnis narkotika adalah industri ilegal terbesar kedua setelah bisnis judi online. Perputaran uang di bisnis narkotika bisa mencapai Rp500 triliun.
"Di negara kita, bisnis judi online omsetnya sekitar Rp1.200 triliun. Dengan bisnis ini, bisa menghidupi daerah ini 1.200 tahun. Sementara bisnis haram narkotika transaksinya diperkirakan Rp500 triliun. Menghidupi daerah ini 500 tahun," tutur Frederik.
"Yang mendapatkan manfaat siapa? Bukan daerah, tapi orang-orang tertentu atau kelompok tertentu. Yang korban siapa? Ya pemakai," jelas Frederik.
Dikatakannya, ketika generasi terjerat narkotika, dampaknya adalah kerusakan pada semua sendi. Kerusakan pada mental generasi, kerusakan ekonomi dan hilangnya masa depan.
BERITA TERKAIT
-
Pengacara: Pidanakan Irma, Sikap Bupati Dedy tak Cerminkan Negarawan
-
Polda Sulsel-BNN Diminta Usut Dugaan Aliran Duit Bandar Narkoba Owen ke Bupati Torut
-
Terungkap! Identitas Diduga Bandar Narkoba Pemasok Rp11 M ke Dedy-Andre di Pilkada Torut
-
Dilapor Pidana ITE, Irma Bongkar Dedy-Andre Terima Duit Bandar Narkoba di Malam 26 November 2025
-
Bupati Frederik Minta Warga Torut Tanamkan Budaya Malu Soal Kebersihan