TATOR, PEDOMANMEDIA - Stroke merupakan salah satu penyakit yang dapat menyerang secara tiba-tiba dan menyebabkan gangguan serius pada fungsi tubuh. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera serta pengobatan berkelanjutan agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih berat.
Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, para penyintas stroke kini dapat menjalani pengobatan, kontrol rutin, hingga terapi pemulihan tanpa harus terbebani biaya yang besar.
Hal inilah yang dirasakan oleh Yip Ratnawati (55), peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Wanita yang akrab disapa Ratna ini mengaku sudah bertahun-tahun menderita gejala stroke ringan. Tak hanya itu ia juga menderita hipertensi dan kolestrol yang memicu gejala tersebut.
”Saya sudah lama menjalani kontrol rutin di Poli Saraf Rumah Sakit Fatima. Gejala yang saya alami itu tubuh saya kadang kaku sulit digerakkan. Kata dokter sudah gejalan stroke ringan sekarang jadi harus rutin kontrol dan terapi di sini,” ujar Ratna usai menjalani pemeriksaan di RS Fatima, Senin (20/10).
Beberapa waktu lalu, kondisi Ratna sempat menurun hingga harus menjalani perawatan rawat inap di RS Fatima. Ia mengalami pusing hebat, tegang, menggigil, serta keringat dingin akibat hipertensi dan kadar kolesterol yang tinggi. Beruntung, seluruh biaya perawatan selama opname hingga pemeriksaan lanjutan ditanggung sepenuhnya oleh Program JKN.
“Minggu lalu saya sempat opname. Badan terasa tegang, pusing, keringat dingin, dan muntah-muntah. Saat dicek kolestrol dan tekanan darah saya tinggi. Syukurlah, semua biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan. Tidak ada yang saya keluarkan sepeser pun. Rasanya sangat lega karena bisa fokus sembuh tanpa memikirkan biaya rumah sakit,” ungkapnya.
Kini setelah mendapatkan perawatan ia kembali untuk menjalani kontrol. Sebagai peserta JKN aktif, Ratna merasa sangat terbantu dengan kemudahan pelayanan yang diberikan. Proses pendaftaran kontrol berjalan lancar dan cepat. Ia cukup menunjukkan kartu JKN miliknya, kemudian langsung mendapatkan pelayanan di poli sesuai jadwal.
“Pelayanannya bagus sekali. Setiap datang kontrol, saya tinggal antre sesuai jadwal dan langsung diperiksa dokter. Obat juga langsung ditebus di apotek rumah sakit, semuanya gratis karena sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Saya tidak tahu bagaimana kalau tidak ada JKN, pasalnya bertahun-tahun saya bergantung dengan obat. Tanpa JKN, mungkin saya sudah kesulitan membiayai pengobatan dan tidak bisa rutin berobat seperti sekarang,” tutur Ratna.
Ratna menuturkan bahwa keberadaan Program JKN memberikan dampak besar bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan pengobatan jangka panjang seperti dirinya. Ia menyadari bahwa biaya terapi dan pengobatan untuk pasien stroke dan kolesterol tinggi tidaklah sedikit jika harus ditanggung sendiri. Namun dengan adanya JKN, ia bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan tanpa khawatir soal biaya.
“Jika tidak ada JKN, mungkin saya sudah berhenti berobat karena biayanya tidak sedikit. Tapi sekarang saya bisa terus menjalani terapi dan kontrol tanpa merasa terbebani. Saya benar-benar bersyukur menjadi peserta JKN,” ujarnya.
Ratna menyampaikan harapannya agar Program JKN terus dipertahankan dan semakin ditingkatkan di masa mendatang. Menurutnya, banyak masyarakat yang terbantu, terutama mereka yang menderita penyakit kronis dan membutuhkan pengobatan rutin.
“Semoga program ini terus berlanjut, karena banyak sekali orang yang terbantu, termasuk saya. Dengan JKN, kami yang punya penyakit kronis dan terbatas oleh biaya bisa tetap mendapatkan pengobatan yang layak dan merata,” tutupnya.
BERITA TERKAIT
-
BPJS Kesehatan-Unhas Kampanyekan Hidup Sehat Melalui Fun Run 5K
-
Permudah Akses Layanan JKN, BPJS Keliling Hadir di Pasar Baru Sangalla
-
JKN Jadi Andalan Sarafina, Biaya Pengobatan Tak Lagi Jadi Masalah
-
Rostika Bersyukur, Operasi Kuret hingga Usus Buntu Anak Ditanggung JKN
-
BPJS Kesehatan-Dinkes Tator Dorong Peningkatan Mutu Layanan melalui Monev KBK