Pengobatan Vertigo Gratis Tanpa Biaya, Natalia Bangga Adanya Program JKN
Kini, Natalia masih terus melanjutkan pengobatan dan kontrol rutin di Puskesmas Rembon maupun poli saraf sesuai jadwal.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Tekad untuk sehat terus dijalani Natalia Sampearrang Samara (34), salah satu warga asal Rembon Kabupaten Tana Toraja. Sejak bulan Mei lalu, ia harus berjuang melawan vertigo dan terus jalani perawatan hingga saat ini. Semangat untuk sembuh semakin tinggi ketika biaya pengobatan sudah dijamin sepenuhnya oleh Program JKN.
Awalnya, Natalia hanya merasakan pusing biasa. Namun lama-kelamaan kondisinya semakin parah hingga suatu ketika, ia mengalami kejang-kejang yang membuatnya harus dilarikan ke Rumah Sakit Sinar Kasih.
“Saya merasakan gejala vertigo sejak Bulan Mei. Waktu itu saya sering merasa kepala pusing sekali dan badan lemas. Parahnya saya sampai kejang-kejang dan langsung dibawa ke rumah sakit. Di sana saya menjalani perawatan secara intensif selama lima hari,” ungkap Natalia, Rabu (10/09).
Sejak bulan Mei, Natalia sudah empat kali melakukan kontrol rutin di Poli Syaraf RS Sinar Kasih. Ia mendapatkan pemantauan yang intensif dari dokter spesialis. Baginya, proses pengobatan ini bukan hal mudah karena harus konsisten dijalani tanpa henti.
“Saya menjalani kontrol rutin tiap bulan di Poli Syaraf. Tiap hari juga saya harus rutin minum obat agar gejalanya tidak muncul lagi. Puji Tuhan, semua biaya pengobatan dan obat yang saya konsumsi ditanggung penuh oleh Program JKN,” jelasnya.
Natalia mengaku bersyukur karena Program JKN benar-benar meringankan bebannya. Ia tidak pernah dipungut biaya selama berobat, bahkan untuk obat yang dikonsumsi setiap hari sejak bulan Mei lalu. Hal ini membuat dirinya bisa lebih fokus pada pemulihan tanpa harus memikirkan masalah biaya.
“Kalau tidak ada JKN, pasti berat sekali. Bayangkan kalau setiap bulan harus bayar biaya obat dan kontrol, tentu akan sangat memberatkan. Untung ada Program JKN yang membantu, sehingga saya bisa tenang berobat,” tambahnya.
Meski masih dalam tahap pengobatan, Natalia tetap berusaha beraktivitas seperti biasa. Ia tidak ingin penyakitnya membuat semangatnya padam. Menurutnya, semangat dan dukungan keluarga sangat penting untuk membantu proses pemulihan.
“Kadang memang rasa pusing itu masih datang, tapi tidak seberat dulu. Saya percaya kalau saya rajin minum obat dan rajin kontrol, kesehatan saya akan berangsur membaik. Dengan JKN semua itu teratasi,” ujarnya.
Natalia juga memberikan pesan kepada masyarakat agar tidak menyepelekan gejala kesehatan yang dialami. Ia mengingatkan bahwa deteksi dini sangat penting untuk mencegah kondisi semakin parah.
“Kalau merasa sakit jangan ditunda, segeralah periksa. Ikuti anjuran dokter dan jangan putus obat. Itu kuncinya. Jangan takut karena semua biaya sudah ditanggung oleh Program JKN. Jadi, tidak ada alasan untuk menunda pengobatan,” pesannya.
Wanita yang bekerja sebagai PNS Daerah ini juga menyampaikan bahwa ia tidak keberatan apabila setiap bulan gajinya dipotong untuk iuran JKN. Menurutnya, potongan iuran tersebut tidak hanya ia rasakan manfaatnya sendiri, tetapi juga menjadi bentuk gotong royong untuk membantu masyarakat lain yang sedang sakit.
“Saya tak merasa keberatan jika gaji saya tiap bulan dipotong untuk iuran BPJS Kesehatan. Saya sendiri sudah merasakan langsung manfaatnya. Yang lebih penting, iuran itu juga bisa membantu banyak orang lain yang sakit supaya mereka juga bisa berobat tanpa takut biaya,” ungkap Natalia.
Kini, Natalia masih terus melanjutkan pengobatan dan kontrol rutin di Puskesmas Rembon maupun poli saraf sesuai jadwal. Ia berharap bisa segera pulih sepenuhnya sehingga dapat kembali beraktivitas normal tanpa harus terganggu oleh penyakit yang dialaminya.
“Saya yakin dengan disiplin dan doa, saya bisa sehat kembali. Semoga Program JKN tetap ada dan semakin baik ke depannya agar semakin banyak masyarakat yang terbantu seperti saya,” tutupnya.
