Muh. Syakir : Minggu, 05 Oktober 2025 12:45
Victor Datuan Batara

TATOR, PEDOMANMEDIA - Rumah adat Toraja, memang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Toraja dan Indonesia secara keseluruhan. Dengan arsitektur unik dan filosofi yang mendalam, rumah adat Toraja kerap menjadi daya tarik di pameran nasional dan internasional.

Bayangkan, keunikan rumah adat Toraja dari segi bentuk atap melengkung seperti perahu, yang melambangkan perjalanan nenek moyang masyarakat Toraja menggunakan perahu untuk mencapai Sulawesi.

Dari segi warna, rumah adat memiliki empat warna dasar dengan makna tertentu, merah melambangkan kehidupan manusia, kuning melambangkan anugerah dan kekuasaan Tuhan, putih melambangkan kesucian, hitam melambangkan kematian dan kegelapan.

Kemudian rumah adat Toraja merupakan simbol status sosial, jumlah tanduk kerbau yang dipasang di tiang utama rumah adat menunjukkan status sosial keluarga, dan masih banyak lagi keunikan rumah adat Toraja yang penuh makna.

Victor Datuan Batara (VDB), seorang tokoh terkenal di kalangan masyarakat Toraja, khususnya sebagai Wakil Bupati Tana Toraja periode 2016-2021, memang memiliki latar belakang yang kuat dalam memimpin dan memahami isu-isu lokal angkat bicara terkait eksekusi rumah adat Toraja.

VDB meyakini, beberapa rumah adat Toraja dieksekusi akhir-akhir ini, tentunya mengundang kekhawatiran dan keprihatinan banyak orang meskipun telah memiliki kepastian hukum.

Oleh karena itu, VDB mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi pemerhati adat dan budaya Toraja dan pemerintah daerah duduk bersama mencari solusi terbaik terkait persoalan tersebut.

"Ketika rumah adat Toraja dieksekusi, itu tidak hanya berarti penghancuran bangunan, tetapi juga penghancuran warisan budaya dan sejarah masyarakat Toraja, kalaupun telah memiliki kepastian hukum," kata VDB usai menghadiri pasar murah di sekretariat Partai Golkar Kabupaten Tana Toraja, Sabtu, 4 Oktober 2025.

"Eksekusi rumah adat Toraja belakangan ini, saya meyakini, mengundang keprihatinan dan kekhawatiran banyak orang," ungkap VDB.

Diketahui, rumah adat Toraja yang akan dieksekusi dan banyak mengundang perhatian publik, rumah adat Toraja Ka’pu, Kecamatan Kurra, Kabupaten Tana Toraja.

Informasi dihimpun PEDOMANMEDIA, sejumlah tokoh adat dan pemerhati adat dan budaya Toraja mengkritik keras akan dieksekusinya rumah adat Toraja di Ka'pun. Bahkan mahasiswa akan melakukan aksi demo di Pengadilan Negeri Makale pada 6 Oktober 2025.