TATOR, PEDOMANMEDIA - Menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan rasa aman dan nyaman bagi banyak masyarakat, termasuk Alberthin Allo (53), warga asal Palesan, Kecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja.
Alberthin merupakan peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Selama ini, dirinya mengaku sangat terbantu dengan adanya Program JKN dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan sehari-hari.
“Selama ini saya menggunakan JKN untuk pengobatan ringan. Kalau sakit kepala atau lagi demam, saya langsung ke Puskesmas Batu Sura tempat saya terdaftar,” ungkap Alberthin saat ditemui di Rumah Sakit Sinar Kasih saat mengunjungi kerabatnya yang sedang dirawat, pada Senin (25/08).
Salah satu manfaat nyata yang dirasakan Alberthin adalah adanya jaminan untuk penggantian kacamata. Ia sudah dua kali mendapatkan kacamata baru dengan biaya yang ditanggung oleh Program JKN.
“Saya sudah dua kali ganti kacamata melalui Program JKN. Cukup mengikuti prosedurnya dengan benar, saya bisa mendapatkan kacamata yang saya butuhkan. Saya juga tidak perlu khawatir soal biayanya karena semuanya sudah ditanggung. Semua kemudahan ini benar-benar saya rasakan berkat adanya JKN, sehingga selama menjadi peserta tidak pernah ada kendala,” tambahnya.
Berdasarkan aturannya, peserta JKN bisa melakukan penggantian kacamata setiap dua tahun sekali. Alberthin mengaku sudah dua kali mengganti kacamatanya dalam kurung waktu 4 tahun.
Menurutnya, keberadaan Program JKN merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi para pensiunan dan keluarganya. Alberthin mengaku, selama menjadi peserta JKN, dirinya tidak pernah merasa kesulitan baik dalam mengakses layanan di puskesmas maupun dalam prosedur administrasi. Semua berjalan dengan mudah dan lancar.
“Kalau sakit, saya bisa langsung ke puskesmas. Prosesnya mudah, tidak ada kendala sama sekali. Yang penting membawa kartu JKN atau cukup menunjukkan NIK, pelayanan langsung diberikan. Pokoknya jelas terbantu sekali saya dengan adanya program ini,” jelas Alberthin.
Lebih jauh, ia juga menilai pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan maupun fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tidak membedakan peserta. Baik pasien umum maupun peserta JKN tetap dilayani dengan ramah, profesional, dan sesuai kebutuhan medis. Hal ini membuatnya semakin yakin bahwa Program JKN benar-benar hadir untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Selama pakai JKN, tidak ada kendala. Pelayanan yang diberikan sangat bagus, tidak ada yang dibeda-bedakan antara peserta umum dan peserta JKN. Saya merasa sangat terbantu dan bersyukur bisa menjadi bagian dari peserta JKN. Mudah-mudahan program ini bisa terus berjalan dan semakin baik lagi ke depannya,” ujarnya.
Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan memang memberikan berbagai manfaat kepada peserta, mulai dari layanan kesehatan tingkat pertama di puskesmas hingga layanan lanjutan di rumah sakit. Selain itu, jaminan alat kesehatan seperti kacamata juga menjadi salah satu bentuk perlindungan yang nyata dirasakan masyarakat.
Dengan sistem gotong royong yang menjadi prinsip utama, iuran yang dibayarkan oleh peserta JKN digunakan untuk menolong sesama yang membutuhkan layanan kesehatan. Hal ini menjadikan Program JKN sebagai wujud nyata solidaritas bangsa dalam menjaga kesehatan bersama.
Alberthin berharap, keberadaan Program JKN bisa terus memberikan manfaat yang lebih luas dan dipertahankan oleh pemerintah agar masyarakat Indonesia, terutama para pensiunan dan keluarga mereka, tidak lagi merasa khawatir akan biaya kesehatan.
“Semoga JKN tetap ada dan selalu hadir untuk masyarakat. Karena bagi saya pribadi, program ini adalah penolong saat sakit. Apalagi untuk kami yang sudah pensiun, program ini jadi sandaran kami di masa tua,” tutupnya.
BERITA TERKAIT
-
BPJS Kesehatan-Unhas Kampanyekan Hidup Sehat Melalui Fun Run 5K
-
Permudah Akses Layanan JKN, BPJS Keliling Hadir di Pasar Baru Sangalla
-
JKN Jadi Andalan Sarafina, Biaya Pengobatan Tak Lagi Jadi Masalah
-
Rostika Bersyukur, Operasi Kuret hingga Usus Buntu Anak Ditanggung JKN
-
BPJS Kesehatan-Dinkes Tator Dorong Peningkatan Mutu Layanan melalui Monev KBK