TATOR, PEDOMANMEDIA - Menjalani hidup sehat adalah dambaan setiap orang, namun tidak semua orang memiliki perjalanan kesehatan yang mulus. Ada kalanya penyakit tertentu bertahan cukup lama dan membutuhkan proses panjang untuk disembuhkan.
Salah satunya dialami oleh Sideng (60), warga Desa Mampu, Kabupaten Enrekang, yang berjuang melawan penyakit polip hidung selama puluhan tahun.
“Saya sakit polip sudah sangat lama. Sudah sering saya berobat ke fasilitas kesehatan, tetapi hanya diberikan obat sehingga gejalanya hilang dan muncul kembali. Semakin lama gejalanya membuat saya semakin sulit bernapas terutama saat lagi tidur,” ungkap Sideng kepada Tim Jamkesnews di RSUD Lakipadada, Jumat (15/08).
Polip hidung merupakan kelainan pada mukosa hidung, yaitu adanya jaringan atau massa lunak bertangkai yang tumbuh dari area sinus menuju rongga hidung. Jika ukurannya membesar, polip dapat menyumbat saluran pernapasan maupun jalur pembuangan lendir. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan serius, sehingga membutuhkan penanganan medis.
Sideng bercerita bahwa dirinya telah 30 tahun menderita polip hidung. Selama itu, ia sering mengalami hidung berair dan pilek yang tidak kunjung sembuh hingga mengganggu pernapasannya. Selama ini ia hanya mengandalkan obat-obatan, namun karena kondisi sudah berlangsung lama, kondisinya semakin parah.
Tak jarang hidungnya sering mengeluarkan darah namun tidak sakit sama sekali, karena semakin mengganggu aktivitas sehari-hari dan sering kambuh, akhirnya pada bulan juli ia menjalani operasi polip.
“Waktu pemeriksaan bulan lalu oleh dokter spesialis, akhirnya saya dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Makassar untuk menjalani operasi polip,” lanjut Sideng.
Pada 19 Juli 2025, Sideng menjalani operasi pengangkatan polip di RS Siloam Makassar dan dirawat selama enam hari di sana. Menurutnya, pelayanan rumah sakit sangat baik dan ia tidak mengalami kendala dalam proses administrasi karena semua kebutuhan medis ditanggung oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan.
“Puji tuhan, saya bisa operasi tanpa ada kendala biaya. Kalau harus bayar sendiri, pasti saya tidak sanggup dengan perawatan sakit jangka panjang ini. Untung ada BPJS Kesehatan yang membantu saya. Selama dirawat juga pelayanannya bagus, dokter dan perawat sigap membantu saya. Administrasi rumah sakit pun tidak rumit karena sudah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Pasca operasi, Sideng rutin melakukan kontrol untuk memastikan pemulihannya berjalan baik. Ia mengaku bersyukur karena kondisinya jauh lebih lega dibanding sebelumnya. Hidung yang dulu selalu tersumbat kini sudah bisa bernapas normal kembali, ia pun bisa beraktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
“Setelah operasi, saya merasakan perbedaan yang besar, pernapasan jadi lancar, tidak ada lagi rasa penuh di hidung. Tidur juga jadi nyenyak karena tidak terganggu oleh hidung yang mampet. Saya sangat bersyukur karena akhirnya bisa terbebas dari polip setelah sekian lama dan saat ini saya menjalani kontrol di Poli THT RSUD Lakipadada,” ungkapnya.
Sideng juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang menghadirkan Program JKN, sehingga masyarakat seperti dirinya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tanpa terbebani biaya. Ia merasa program ini benar-benar membantu masyarakat, khususnya yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
“Kalau tidak ada JKN, saya pasti sudah mengeluarkan biaya yang banyak untuk operasi, saya tak dapat membayangkan di mana harus mencari biaya pengobatan. Tapi sekarang, saya bisa merasakan manfaatnya langsung. Saya berharap program ini tetap ada dan pelayanannya semakin baik, supaya banyak orang lain juga bisa terbantu seperti saya,” tutup Sideng.
BERITA TERKAIT
-
BPJS Kesehatan-Unhas Kampanyekan Hidup Sehat Melalui Fun Run 5K
-
Permudah Akses Layanan JKN, BPJS Keliling Hadir di Pasar Baru Sangalla
-
JKN Jadi Andalan Sarafina, Biaya Pengobatan Tak Lagi Jadi Masalah
-
Rostika Bersyukur, Operasi Kuret hingga Usus Buntu Anak Ditanggung JKN
-
BPJS Kesehatan-Dinkes Tator Dorong Peningkatan Mutu Layanan melalui Monev KBK