TATOR, PEDOMANMEDIA - Sistem gotong royong yang dijalankan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi bukti nyata bahwa solidaritas masyarakat bisa menciptakan akses layanan kesehatan yang merata dan adil.
Melalui iuran yang dibayarkan setiap bulan, peserta tak hanya melindungi dirinya sendiri, tapi juga turut membantu sesama yang sedang membutuhkan pengobatan.
Hal ini sangat dirasakan oleh Paulina Tandirerung (67), warga asal Makale, Kabupaten Tana Toraja, yang kini rutin menjalani pengobatan saraf dan hipertensi di Poli Saraf Rumah Sakit Fatima Makale.
Ia baru terdaftar sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri kelas I sejak tahun 2017, namun sudah menjalani pengobatan sejak 2013. Selama hampir empat tahun pertama, ia menanggung sendiri biaya pengobatannya.
“Waktu itu belum ikut JKN, jadi semua biaya saya bayar sendiri. Kalau dihitung-hitung, besar sekali keluar uangnya, karena saya rutin kontrol dan butuh obat jangka panjang. Tapi sejak terdaftar sebagai peserta JKN tahun 2017, semuanya jadi jauh lebih ringan,” ungkap Paulina saat ditemui Tim Jamkesnews, pada Kamis (10/07).
Selama lebih dari satu dekade, Paulina menderita hipertensi yang membuatnya sering merasakan pusing dan sakit kepala. Kini, dengan menjadi peserta JKN aktif, ia dapat mengakses layanan konsultasi dengan dokter spesialis saraf, pemeriksaan tekanan darah, dan mendapat obat-obatan secara rutin tanpa harus memikirkan beban biaya.
“Sudah lebih dari 10 tahun saya berobat akibat hipertensi yang saya derita. Kalau tensi saya lagi naik, kepala saya pusing dan sakit sekali. Kadang sampai tidak bisa tidur, syukurnya sekarang sudah ter-cover Program JKN jadi saya tak masalah dengan biaya berobat,” tambahnya.
Di usia yang tidak muda lagi, Paulina semakin sadar akan pentingnya menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan stabil. Ia memahami bahwa berbagai penyakit rentan muncul di masa tua, sehingga kepesertaan aktif JKN menjadi bentuk kewaspadaan dan perlindungan dini bagi dirinya terhadap risiko biaya pengobatan yang tidak terduga.
“Saya merasa tenang karena sekarang kalau mau berobat tidak perlu pikir biaya. Semua ditanggung. Dulu waktu belum ikut JKN, tiap kali ke rumah sakit, pasti harus siapkan uang. Sekarang tinggal tunjukkan kartu, langsung bisa dilayani. Ini sangat membantu kami yang punya penyakit kronis dan butuh pengobatan jangka panjang,” katanya.
Terdaftar sebagai peserta mandiri membuat dirinya juga memahami bahwa iuran yang ia bayarkan tidak hanya membantu dirinya tapi juga secara tidak langsung turut membantu peserta lain yang membutuhkan layanan kesehatan. Ia merasa bangga menjadi bagian dari Program JKN.
“Saya tahu ini sistem gotong royong. Waktu saya sehat, iuran saya bisa membantu orang lain. Dan saat saya sakit seperti sekarang, saya juga ditolong oleh iuran orang lain. Ini bukti bahwa kita saling membantu. Karena itu saya tidak pernah merasa rugi bayar iuran, manfaat yang saya peroleh jauh lebih besar dibanding iuran yang dibayarkan, semangat seperti ini harus kita jaga,” ucapnya.
Bagi Paulina, Program JKN bukan hanya sekadar layanan kesehatan, melainkan wujud nyata dari semangat gotong royong masyarakat dalam membantu sesama. Ia percaya bahwa iuran yang dibayarkan setiap bulan bukan hanya bermanfaat bagi dirinya, tetapi juga menjadi harapan bagi banyak peserta lain yang sedang berjuang melawan penyakit. Karena itu, ia pun mengajak seluruh peserta JKN untuk tetap disiplin membayar iuran demi keberlangsungan program ini.
“Adanya Program JKN ini benar-benar bermanfaat bagi saya saat berobat. Dimana lagi ada jaminan kesehatan dengan iuran yang terjangkau, tapi bisa dapat layanan yang sama baiknya dengan pasien umum atau yang pakai asuransi swasta. Selama saya mampu, saya akan terus bayar iuran tepat waktu. Saya harap BPJS Kesehatan terus ada dan menjadi andalan bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya.
BERITA TERKAIT
-
BPJS Kesehatan-Unhas Kampanyekan Hidup Sehat Melalui Fun Run 5K
-
Permudah Akses Layanan JKN, BPJS Keliling Hadir di Pasar Baru Sangalla
-
JKN Jadi Andalan Sarafina, Biaya Pengobatan Tak Lagi Jadi Masalah
-
Rostika Bersyukur, Operasi Kuret hingga Usus Buntu Anak Ditanggung JKN
-
BPJS Kesehatan-Dinkes Tator Dorong Peningkatan Mutu Layanan melalui Monev KBK