Yusuf Tangdo: Pengobatan Asam Urat Dengan Mudah Berkat Program JKN
Yusuf berharap operasi yang akan dijalani nanti bisa berjalan dengan baik dan memberinya kembali harapan untuk dapat berjalan kembali.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Seorang pria paruh baya tampak duduk tenang di atas kursi roda di ruang tunggu Rumah Sakit Elim Rantepao. Sorot matanya tajam namun menyimpan lelah, setelah bertahun tahun berjuang penyakit asam urat yang telah lama diderita.
Dialah Yusuf Tangdo’ (56), warga asal Likulambe’na, Kabupaten Toraja Utara, pria yang berprofesi sebagai PNS ini bersemangat untuk pulih tentunya didampingi oleh Program JKN. Sudah puluhan tahun ia bergumul dengan penyakit asam urat yang menggerogoti sendi-sendinya, namun baru dalam dua tahun terakhir kondisinya memburuk hingga membuatnya kehilangan kemampuan berjalan.
“Saya sudah menderita asam urat sejak tahun 1992. Tapi mulai tahun 2023, kondisi saya mulai memburuk. Selama lebih dari enam bulan, saya harus keluar masuk rumah sakit karena asam urat saya makin parah. Saya bahkan tidak bisa makan dan minum secara normal, hanya bisa bertahan hidup lewat infus. Saat itu saya benar-benar merasa seperti berada di ambang maut. Bagaimana tidak, kaki saya bahkan hanya tinggal tulang dan kulit, sangat memprihatinkan. Hingga saat ini saya belum bisa berjalan tanpa bantuan kursi roda,” kenang Yusuf saat ditemui di RS Elim Rantepao, pada Kamis (05/06).
Perjuangannya untuk sembuh belumlah usai. Lebih lanjut, Yusuf saat ini harus menjalani tindakan operasi akibat asam urat yang telah menyerang kedua kakinya, ia tak lagi mampu menggerakkan kedua kaki seperti sedia kala. Terdapat nanah yang mengendap di lutut kiri dan di bagian dekat selangkangan. Nanah tersebut harus segera dikeluarkan.
“Karena ada penumpukan nanah di lutut kiri dan area selangkangan sebelah kanan, dokter menyarankan agar nanah tersebut segera dikeluarkan melalui tindakan operasi. Itu juga yang membuat kaki saya sangat sakit dan tidak bisa diluruskan, sehingga operasi menjadi satu-satunya pilihan. Sekarang saya tinggal menunggu jadwal dari dokter bedah,” ujar Yusuf.
Terdaftar peserta JKN aktif, membuat Yusuf merasa lebih tenang dalam menhadapi penyakitnya saat ini. Di tengah kondisi fisik yang terus menurun, ia mengaku sangat terbantu oleh adanyaprogram JKN. Selama proses pengobatan, ia merasa ditangani dengan penuh perhatian oleh para tenaga medis.
Tak hanya itu, seluruh biaya rawat jalan maupun rawat inap, kontrol rutin, hingga obat-obatan yang harus dikonsumsi setiap hari selalu dijamin oleh Program JKN tanpa terkendala.
“Apa yang diberikan Program JKN benar-benar luar biasa. Bagi saya, selama ini saya sangat bergantung pada JKN. Tak hanya saya, banyak orang yang telah terbantu berkat program ini. Bertahun-tahun saya berobat tak ada sepeserpun saya mengeluarkan uang, karena seluruh biaya semua menjadi tanggungan dari Program JKN,” ujarnya.
Yusuf berharap operasi yang akan dijalani nanti bisa berjalan dengan baik dan memberinya kembali harapan untuk dapat berjalan kembali. Ia juga mengajak masyarakat agar tidak ragu mendaftar Program JKN dan menggunakan layanan kesehatan dengan JKN, karena menurutnya kesehatan adalah investasi yang tak ternilai.
“Jangan takut untuk memeriksakan diri, dan jangan menunda berobat. Saya sendiri sudah mengalami bagaimana Program JKN mendampingi saya sejak kondisi saya memburuk hingga sekarang. Saya sangat bersyukur bisa menjadi peserta JKN, karena tanpa program ini, mungkin saya tidak akan sanggup menjalani semua pengobatan itu. Untuk masyarakat yang belum terdaftar, saya sarankan agar segera mendaftar. Kita tidak pernah tahu kapan sakit datang, dan JKN bisa menjadi penolong di saat yang paling sulit,” tutupnya.
