Muh. Syakir : Rabu, 18 Juni 2025 10:31
Para aktivis PMKRI dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Tator.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Organisasi mahasiswa Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia menilai Kapolres Tana Toraja (Tator) AKBP Budi Hermawan telah melakukan penyalahgunaan wewenang terkait pembangunan musala di kawasan religi Buntu Burake. Peletakan batu pertama pembangunan musala yang dilakukan Kapolres disebut menyalahi prosedur.

"Kawasan religi Buntu Burake di bawah pengelolaan langsung pemda setempat, sehingga Kapolres Tana Toraja sepantasnya koordinasi dulu dengan pemerintah daerah sebelum melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan musala tersebut," Demikian pernyataan sikap PMKRI dan GMKI Cabang Tana Toraja di Plaza Kolam Makale, Kabupaten Tana Toraja Rabu, 17 Juni 2024.

Mereka juga menilai, pembangunan fasilitas di kawasan publik tersebut tanpa prosedur resmi.

"Kapolres Tana Toraja diduga mendukung langsung pembangunan fasilitas di kawasan publik dalam hal ini Buntu Burake yang merupakan aset pemerintah yang berada di bawah pengelolaan resmi daerah," kata jenderal lapangan aksi, Yoben Sampe.

Menurutnya, dengan sikap Kapolres Tana Toraja tersebut menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat Tana Toraja.

"Masyakat Tana Toraja menjunjung tinggi nilai-nilai sosial dan kebudayaan yang kuat. Oleh karena itu, profesionalisme aparat penegak hukum sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik" ucap Yoben Sampe.

Diketahui, Kapolres Tana Toraja, AKBP melakukan peletakan batu pertama pembangunan musala di kawasan Buntu Burake beberapa waktu lalu, yang kemudian menimbulkan polemik di tengah masyarakat Tana Toraja. Pembangunan musala ini berlokasi di sekitar portal kedua kawasan wisata religi Patung Yesus Memberkati. 

Penulis : Gista