Kamis, 12 Juni 2025 13:02

Paulus Andalkan Program JKN Saat Alami Kondisi Gawat Darurat

Paulus Tarette
Paulus Tarette

Ia pun berharap agar Program JKN terus berjalan dan semakin luas menjangkau masyarakat.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Luka pada bagian tubuh, jika tidak ditangani dengan baik, bisa berakibat fatal. Inilah yang dialami oleh Paulus Tarette (40), warga Rantepangli, Kabupaten Toraja Utara, yang kini menjalani rawat inap di Rumah Sakit Elim Rantepao akibat luka serius di ibu jarinya.

Saat ditemui Tim Jamkesnews di ruang perawatan pada Senin (05/05), ia menceritakan bahwa luka itu terjadi saat dirinya sedang bekerja di kebun. Tanpa sengaja, ibu jari kirinya terkena parang saat ia sedang membersihkan semak-semak.

“Saya pikir awalnya cuma luka biasa. Tapi ternyata lukanya dalam, berdarah terus dan mulai bengkak. Karena takut jika luka tersebut akan infeksi, akhirnya saya langsung dibawa ke RS Elim Rantepao untuk mendapatkan perawatan yang serius,” ujarnya.

Baca Juga

Paulus langsung mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Elim Rantepao. Dokter menyatakan lukanya perlu ditangani serius karena ada risiko infeksi berat dan kemungkinan sudah mengenai jaringan dalam.

“Menurut dokter kalau saya terlambat datang, bisa berisiko infeksi menyebar ke bagian lain. Syukur sekali karena para tenaga medis langsung menangani saya dengan cepat,” ujar Paulus.

Setibanya di IGD RS Elim Rantepao, Paulus langsung mendapat penanganan dari tenaga medis. Ia mengaku sangat terkesan dengan kecepatan layanan yang diterimanya.

“Tidak pakai lama, saya langsung ditangani. Tim medis cepat tanggap, luka saya langsung dibersihkan dan diperiksa mendalam. Saya betul-betul merasa ditolong tepat waktu,” katanya.

Proses registrasi di rumah sakit pun berlangsung cepat dan mudah. Paulus cukup menunjukkan KTP saja, tanpa harus membawa fotokopi kartu atau berkas lain yang merepotkan.

“Dulu katanya harus bawa fotokopi kartu inii dan itu, tapi sekarang cukup bawa KTP saja sudah langsung dilayani. Jadi sekarang sudah lebih mudah dan cepat,” ungkapnya.

Pria yang terdaftar sebagai peserta JKN pada segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang didaftarkan oleh Pemda Toraja Utara ini merasa sangat terbantu karena seluruh biaya pengobatan selama di rumah sakit ditanggung oleh Program JKN. Kondisi ekonominya yang sederhana tentu membuat Paulus bersyukur telah menjadi peserta JKN. Hal ini tentu menjadi keringanan besar bagi Paulus dan keluarganya.

“Kalau bukan karena JKN, jujur saya tidak tahu bagaimana kami membayar semua biaya rumah sakit. Biaya rumah sakit itu tidak sedikit. Dengan JKN saya bisa fokus sembuh, tak perlu lagi memikirkan biaya. Puji Tuhan saya tidak perlu pusing memikirkan iuran karena sudah ditanggung pemerintah,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Selama dirawat, Paulus mengaku tidak menemukan adanya perbedaan pelayanan antara peserta JKN dan pasien umum.

“Semuanya dilayani dengan baik, cepat dan ramah. Saya tidak merasa dibedakan. Dari awal masuk sampai sekarang, saya benar-benar merasa diperhatikan dan semua pasien diperlakukan dengan sama tanpa melihat si pasien ini kelas berapa atau pakai umum,” tambahnya.

Ia pun berharap agar Program JKN terus berjalan dan semakin luas menjangkau masyarakat, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu di Toraja dan daerah-daerah lainnya. Menurut Paulus, program ini bukan hanya soal bantuan biaya, tetapi benar-benar menjadi penyelamat bagi banyak orang seperti dirinya.

“Saya harap program ini terus dilanjutkan, bahkan ditingkatkan. Supaya makin banyak orang di kampung-kampung, di pelosok, yang bisa merasakan manfaat seperti saya. Jangan sampai ada lagi orang yang sakit tapi takut ke rumah sakit karena tidak punya biaya. Kesehatan itu kebutuhan utama, dan Program JKN sudah jadi penyelamat bagi banyak orang seperti saya,” tutupnya.

Editor : Muh. Syakir
#BPJS Kesehatan #Program JKN
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer