TATOR, PEDOMANMEDIA - Bagi seorang ibu, melahirkan adalah momen yang paling menegangkan sekaligus membahagiakan. Setelah sembilan bulan mengandung, detik-detik kelahiran menjadi saat yang sangat dinantikan, namun juga penuh risiko.
Karena itu, setiap ibu tentu berharap proses persalinan dapat berjalan lancar dan aman, termasuk bagi Kembong Rante Lambung (28), warga Kecamatan Tikala, Toraja Utara, yang baru saja melahirkan anak keempatnya melalui operasi caesar di Rumah Sakit Elim Rantepao.
Wanita yang baru saja melahirkan anaknya ini mengaku seluruh rangkaian proses persalinannya berjalan dengan lancar. Selama masa kehamilan, ia rutin memeriksakan kandungannya di Puskesmas Tombangkalua tempatnya terdaftar.
Pada pemeriksaan menjelang hari perkiraan lahir, bidan yang memeriksanya mendapati kepala bayi tidak dalam posisi yang tepat atau dalam istilah medis disebut sebagai kelahiran sungsang. Karena kondisi tersebut berisiko tinggi bila dilakukan persalinan normal, pihak puskesmas kemudian merujuk Kembong ke RS Elim Rantepao untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
“Awalnya saya berharap bisa melahirkan normal lagi seperti tiga anak saya sebelumnya, tapi setelah dicek bidan puskesmas, ternyata posisi bayi tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal. Akhirnya saya pun diberikan rujukan ke RS Elim Rantepao dan jalani operasi caesar,” cerita Kembong pada Tim Jamkesnews.
Sebagai peserta JKN aktif pada segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah, ia mengaku sangat bersyukur atas keberadaan Program JKN yang membantunya melewati proses persalinan dengan aman dan tanpa harus terbebani biaya sedikit pun.
“Semua prosesnya berjalan cepat dan lancar. Berkat kepesertaan aktif JKN, saya tidak perlu mengeluarkan biaya untuk operasi yang saya jalani. Tak hanya itu, seluruh layanan yang saya terima, mulai dari pemeriksaan awal, tindakan operasi, obat-obatan, hingga rawat inap, semuanya ditanggung oleh Program JKN. Meski begitu, tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien umum dan pasien JKN, saya dilayani dengan baik, semua tenaga medis sangat sigap dan profesional,” ungkap Kembong.
Saat ini, dua minggu paska persalinan, Kembong datang kembali ke rumah sakit untuk kontrol dan memastikan bekas operasinya dalam kondisi baik. Ia mengaku pelayanan yang diterimanya selama rawat inap hingga saat kontrol sangat memuaskan. Tenaga medis selalu memberikan penjelasan dengan sabar, dan semua prosedur yang dijalaninya pun tidak berbelit-belit.
“Saya tidak mengeluarkan uang sama sekali. Semua ditanggung. Bahkan obat-obatan dan kontrol juga tetap dijamin JKN. Saya benar-benar merasa ditolong. Kalau saya harus bayar sendiri, mungkin saya akan sangat kesulitan mengingat biaya operasi sangat mahal,” katanya.
Ibu dari empat orang anak ini merasa sangat bersyukur karena terdaftar aktif sebagai peserta JKN. Ia menyadari bahwa Program JKN bukan hanya sekadar program perlindungan kesehatan biasa, melainkan wujud nyata dari semangat gotong royong masyarakat di Indonesia. Dalam sistem ini, peserta yang sehat dan mampu membayar iuran secara rutin, turut membantu mereka yang sedang mengalami sakit atau memiliki keterbatasan finansial untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN. Dengan adanya JKN, saya merasa dilindungi. Saya tidak perlu takut kalau sewaktu-waktu saya atau anggota keluarga jatuh sakit. Ada jaminan yang siap membantu. Saya harap program ini bisa terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang terbantu, khusunya bagi ibu yang sedang hamil atau menghadapi persalinan namun memiliki keterbatasan biaya,” tutupnya.
BERITA TERKAIT
-
BPJS Kesehatan-Unhas Kampanyekan Hidup Sehat Melalui Fun Run 5K
-
Permudah Akses Layanan JKN, BPJS Keliling Hadir di Pasar Baru Sangalla
-
JKN Jadi Andalan Sarafina, Biaya Pengobatan Tak Lagi Jadi Masalah
-
Rostika Bersyukur, Operasi Kuret hingga Usus Buntu Anak Ditanggung JKN
-
BPJS Kesehatan-Dinkes Tator Dorong Peningkatan Mutu Layanan melalui Monev KBK