ENREKANG, PEDOMANMEDIA - Kendaraan dinas bupati jenis Mercy peninggalan mantan Bupati Enrekang Muslimin Bando sedang ngadat. Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga terpaksa menggunakan mobil pribadi sebagai kendaraan dinas.
Mobil jenis Toyota Veloz itu digunakan Bupati Yusuf sejak resmi menjabat, Februari lalu. Yusuf mengaku, ia tak masalah menggunakan mobil pribadi sebagai kendaraan operasional sehari-hari sambil menunggu randis pengganti.
"Untuk sementara saya pakai kendaraan pribadi dulu. Yang Mercy kan dalam keadaan rusak sekarang sudah berada di bengkel di Makassar dan disarankan bahwa harus ditangani dengan baik," ujar Ucu sapaan Bupati Yusufbdi sela-sela kunjungan ke Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Enrekang, Selasa 18 Maret 2025.
Ucu mengaku tak mau memaksakan menggunakan Mercy tersebut karena kondisinya sedang tidak normal.
"Kalau keadaan sekarang ingin dipaksakan untuk dipakai sebagai kendaraan operasional sehari-hari sangat dikhawatirkan akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Oleh karena itu pertimbangan utama saya adalah faktor keselamatan sehingga saya memilih mobil pribadi sebagai kendaraan dinas," katanya.
Menurut Ucu, randis bupati yang akan segera didatangkan. Yakni sebuah mobil Toryota Fortuner. Kabarnya, mobil ini akan tiba di Enrekang, Rabu besok.
"Insya Allah besok. Sekarang menurut informasinya sedang di dalam perjalanan menuju Enrekang mudah-mudahan sebentar sore tiba dengan selamat besok insyaallah kita akan menggunakan kendaraan tersebut sebagai kendaraan operasional sehari-hari," ucapnya.
Alasan Ucu lebih memilih Fortuner daripada Mercy karena bisa dipakai di segala medan.
"Jangkauannya luas bisa sampai ke pelosok desa karena menggunakan double gardan. Ini kita gunakan untuk dalam jangka satu tahun ke depan karena kita kontrak satu tahun, tetapi kedepannya kita lihat apakah kontraknya akan diperbaharui atau tidak," jelasnya.
Ucu juga mengungkapkan bahwa nantinya ada dua kendaraan dinas bupati. Yaitu mobil Mercy yang sementara dalam perbaikan serta Fortuner yang akan tiba besok.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Kisah Pahit Guru di Enrekang: TPG 2023-2025 Belum Dibayar
-
Sempat Molor, Pemkab Enrekang Resmi Perpanjang Kontrak PPPK
-
Bupati Yusuf Gandeng 2 Peneliti Belanda Wujudkan Transformasi Pertanian di Enrekang
-
Temu Pendidik Nusantara XII di Enrekang: Saatnya Isu Lingkungan jadi Diskusi di Ruang Kelas
-
DPRD Soroti Inspektorat Enrekang: Pengawasan Keuangan tak Proaktif