Bersyukur Jadi Peserta JKN, Tajrin Kini Bisa Berobat Tanpa Khawatir Biaya
Tajrin berharap semakin banyak masyarakat yang mengetahui manfaat Program JKN dan kemudahan yang ditawarkan
TATOR, PEDOMANMEDIA - Tajrin telah lama mengalami nyeri di punggungnya, dan awalnya menjalani pengobatan secara tradisional. Namun, kondisinya tidak kunjung membaik, sehingga ia akhirnya memutuskan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit demi mendapatkan penanganan medis yang lebih serius.
Seperti yang diceritakannya pada Tim Jamkesnews saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah Lakipadada.
“Awalnya saya ragu untuk periksa ke dokter. Saya pikir lebih baik mencoba pengobatan tradisional dulu, jadi saya sempat pijat, minum jamu, bahkan saya sudah ke sana kemari untuk mencari pengobatan. Tapi ternyata, tidak ada perubahan. Nyeri di punggung saya tetap ada, malah semakin mengganggu. Akhirnya, saya memutuskan untuk berobat langsung ke Puskesmas Baraka sebelum ke RSUD Lakipadada,” cerita Tajrin.
Sebelum berobat, ia sempat khawatir soal biaya namun saat mengecek status keaktifan kepesertaanya melalui petugas di puskesmas yang memeriksa NIK pada KTPnya, memberi tahu bahwa kepesertaan JKN nya masih aktif. Tajrin pun merasa lega karena dapat berobat tanpa harus memikirkan biaya.
“Saya sempat cemas, takut kalau harus bayar mahal karena sebelumnya saya sudah menghabiskan banyak biaya untuk berobat tradisional. Tapi setelah dicek, ternyata BPJS Kesehatan saya masih aktif. Rasanya lega sekali, karena akhirnya saya bisa mendapatkan pengobatan yang lebih serius tanpa harus mengeluarkan biaya. Ini juga pengalaman pertama saya berobat ke rumah sakit, jadi awalnya saya agak bingung,” ujarnya.
Tak sampai di situ, pria yang kesehariannya bekerja di kebun ini menceritakan bahwa ia harus berangkat dari jam 06.30 pagi karena jarak rumahnya ke rumah sakit yang cukup jauh memakan waktu kurang lebih dua jam perjalanan. Namun, berkat informasi dari petugas BPJS Satu, kini ia tahu bahwa dirinya dapat mengambil antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN.
“Tadi waktu di rumah sakit, saya baru tahu kalau antrean bisa diambil secara online. Petugas BPJS Satu dengan ramah menjelaskan caranya dan membantu saya mengunduh Aplikasi Mobile JKN. Ternyata mudah sekali, saya bisa mengatur jadwal kontrol tanpa harus datang lebih pagi. Jadi, kalau nanti harus kontrol lagi, pasti lebih nyaman dan tidak perlu buru-buru,” kata Tajrin.
Menurutnya, penggunaan antrean online sangat memudahkan, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan. Dengan begitu, mereka tidak perlu lagi datang terlalu pagi atau menghabiskan waktu lama menunggu giliran.
“Saya pasti akan menggunakan Aplikasi Mobile JKN ini kalau datang kontrol lagi. Lebih efisien dan praktis, saya bisa sesuaikan jadwal dengan lebih mudah. Cukup unduh aplikasi, pilih waktu antrean, lalu datang sesuai jadwal. Tidak perlu antre lama seperti tadi,” tambahnya.
Tajrin berharap semakin banyak masyarakat yang mengetahui manfaat Program JKN dan kemudahan yang ditawarkan, termasuk layanan digital seperti yang ditawarkan Aplikasi Mobile JKN dengan fitur antrean online. Melalui pengalaman ini, Tajrin berharap BPJS Kesehatan dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Saya benar-benar berterima kasih kepada BPJS Kesehatan karena telah menyelenggarakan Program JKN dengan baik, sehingga kini banyak masyarakat yang telah mendapatkan layanan kesehatan dengan mudah, cepat dan setara. Tentu saya juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Enrekang yang telah mendaftarkan saya dan keluarga sebagai peserta JKN, sehingga dari itu saya bisa berobat tak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun. Saya berharap program ini terus berjalan dan semakin banyak orang bisa merasakan manfaatnya yang luar biasa,” tutupnya.
