4 Tahun Jalani Cuci Darah, Program JKN Setia Dampingi Andarias
Pria yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini berharap masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN dapat segera mendaftar, karena manfaatnya sangat besar
TATOR, PEDOMANMEDIA - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus berkomitmen untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang memadai, termasuk pengobatan untuk penyakit kronis seperti gagal ginjal. Program ini telah memberikan dampak signifikan bagi banyak masyarakat Indonesia.
Salah satunya adalah Andarias Rambe Pakan (49), seorang warga asal Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara, yang kini menjalani perawatan Hemodialisis (HD) atau cuci darah rutin di Rumah Sakit Umum Daerah Lakipadada.
Sejak tahun 2021, Andarias harus melakukan cuci darah dua kali dalam seminggu akibat penyakit gagal ginjal kronis yang dideritanya. Meski harus menghadapi kondisi ini, ia tetap bersyukur atas dukungan Program JKN yang membantunya meringankan biaya pengobatan.
“Saya mulai menjalani cuci darah sejak tahun 2021, setiap dua kali dalam seminggu saya harus ke rumah sakit untuk menjalani cuci darah. Kalau dipikir-pikir, tanpa Program JKN mungkin saya akan kesulitan untuk membiayai pengobatan ini karena biayanya sangat besar mungkin jika dihitung sampai dengan saat ini bisa menghabisakan puluhan bahkan ratusan juta, untuk itu raya syukur saya dan keluarga adanya Program JKN yang sangat membantu,” ujar Andarias.
Pria paruh baya ini menceritakan, awalnya ia tidak mengetahui bahwa ada masalah pada ginjalnya, sampai ia dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin, ia baru mengetahui bahwa ia mengalami gagal ginjal.
“Saya tidak tahu kalau ada masalah di ginjal. Tiba-tiba saya jatuh sakit dan dilarikan ke Rumah Sakit Elim Rantepao, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin. Di sana baru diketahui bahwa saya mengalami gangguan ginjal yang cukup serius,” kenangnya.
Meskipun begitu, ia merasa lega karena selama menjalani cuci darah semua proses yang ia Jalani berjalan tanpa ada masaah.
“Alurnya cukup mudah, saya hanya perlu datang ke rumah sakit dan menunjukkan KTP semuanya langsung diurus dan berjalan tanpa ada kendala. Pelayanan di rumah sakit juga memuaskan, karena sering ke sini, saya merasa dekat dengan dokter dan perawatnya, mereka sangat ramah dan profesional,” jelasnya.
Setelah memulai pengobatan, Andarias sangat merasakan manfaat dari Program JKN. Biaya pengobatan cuci darah yang memerlukan biaya besar setiap dua minggu sekali, bisa tertanggung oleh Program JKN.
“Sejak saya mulai menggunakan Program JKN, semua biaya pengobatan saya ditanggung. Saya tidak perlu khawatir lagi dengan biaya yang harus dikeluarkan. Apalagi mengingat biaya untuk cuci darah itu sangatlah mahal, beruntung ada Program JKN yang telah menanggung semuanya,” imbuhnya.
Andarias berharap semakin banyak orang yang tahu manfaat dari Program JKN, terutama mereka yang membutuhkan perawatan medis rutin.
“Saya berharap lebih banyak masyarakat yang tahu pentingnya Program JKN. Program ini sangat membantu, terutama bagi mereka yang butuh pengobatan jangka panjang,” harapnya.
Sebagai peserta JKN, Andarias adalah
salah satu dari banyak warga Indonesia yang merasakan manfaat nyata dari program ini. Dukungan yang ia terima dari Program JKN memberinya harapan dan semangat untuk tetap menjalani hidup dengan optimisme, meskipun harus menghadapi penyakit kronis ini.
Pria yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini berharap masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN dapat segera mendaftar, karena manfaatnya sangat besar, terutama dalam kondisi darurat penyakit yang membutuhkan pengobatan jangka panjang.
“Selama ada Program JKN, saya tidak merasa sendiri. Saya percaya saya bisa menjalani ini semua dengan baik, karena ada dukungan dari pemerintah melalui program ini. BPJS Kesehatan melalui Program JKN benar-benar menjadi penyelamat bagi saya dan keluarga. Untuk masyarakat lain, jangan tunggu sakit dulu baru mendaftar. Karena dengan program ini, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga keluarga kita,” tutupnya.
