Muh. Syakir : Selasa, 04 Maret 2025 13:46
Lasarus Assi

TATOR, PEDOMANMEDIA - Vertigo merupakan kondisi medis yang menyebabkan penderita merasa sekelilingnya berputar atau kehilangan keseimbangan, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gejala vertigo yang parah dapat membuat seseorang kesulitan untuk berdiri atau berjalan, dan dalam beberapa kasus bisa disertai dengan mual atau muntah.

Penyebab vertigo bisa sangat beragam, mulai dari gangguan pada telinga bagian dalam hingga masalah pada otak.

Hal ini dirasakan oleh Lasarus Assi (64), warga asal Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, yang mengidap vertigo selama bertahun-tahun dan harus menjalani rawat jalan saat ini, dimana sebelumnya ia pernah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Fatima Makale setelah gejala vertigonya semakin parah.

“Waktu itu saya merasa pusing sekali, sekeliling saya terasa berputar-putar. Karena sudah tidak tahan, pada awal Januari saya pun dilarikan langsung ke UGD RS Fatima Makale dan dirawat di sana selama lima hari. Sebenarnya sudah lama saya mengidap penyakit ini, biasanya sering kambuh kalau baru pulang dari kebun,” ujarnya.

Di RS Fatima Makale, Lasarus menceritakan ia langsung mendapatkan penanganan dari tim medis, ia menjelaskan bahwa dokter dan perawat di sana kompeten dalam memberikan penanganan dan penjelasan mengenai kondisi yang ia alami.

“Dokter menjelaskan bahwa vertigo saya bisa disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam. Dia memberi penjelasan yang jelas dan sabar mengenai kondisi saya,” tambah Lasarus.

BPJS Kesehatan melalui Program JKN memberikan kemudahan bagi Lasarus untuk mendapatkan pelayanan medis yang dibutuhkan. Lasarus juga mengungkapkan bahwa seluruh proses administrasi di rumah sakit sangat mudah dan efisien. 

“Waktu pertama kali datang, saya sempat khawatir karena kartu JKN saya hilang, untungnya petugas di sana memberitahu saya bahwa sekarang cukup pakai mengunakan NIK pada KTP saja. Prosesnya jauh lebih cepat dan mudah karena tak perlu bawa fotokopi dokumen,” tambahnya.

Setelah mendapatkan diagnosis awal, Lasarus menjalani beberapa pemeriksaan tambahan seperti tes darah dan pemeriksaan lainnya. Semua prosedur dilakukan dengan cepat dan tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan hasil.

“Saya puas dengan pelayanan di Rumah Sakit Fatima, semua prosedur pemeriksaannya berjalan tanpa kendala. Tak hanya itu, semua petugas baik dokter maupun perawat melayani saya dengan sangat baik. Tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien yang pakai BPJS (peserta JKN-red) dengan pasien umum,” ungkap Lasarus.

Pria yang terdaftar sebagai peserta JKN segemen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD Tana Toraja ini mengungkapkan bahwa ia merasa sangat terbantu dapat menjalani kontrol rutin baik di puskesmas maupun di rumah sakit dan mendapatkan obat tanpa harus mengeluarkan biaya sedikitpun.

“Beruntung sekali, berkat program ini saya tidak perlu khawatir tentang biaya pengobatan dan bisa terus mengonsumsi obat untuk menjaga kondisi kesehatan saya. Semua pemeriksaan, obat-obatan, dan perawatan saya dijamin oleh Program JKN. Ini adalah salah satu manfaat besar dari menjadi peserta aktif JKN,” tuturnya.

Setelah menjalani perawatan selama lima hari, kondisi Lasarus mulai membaik, dan gejala vertigo yang ia alami berkurang secara signifikan. Dokter memberinya jadwal kontrol untuk memastikan kondisinya tetap stabil.

Lasarus merasa sangat bersyukur atas dukungan yang diberikan oleh Program JKN, ia juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tana Toraja yang telah mendaftarkan dirinya dan keluarga ke dalam Program JKN. Dengan adanya perlindungan kesehatan ini, Lasarus merasa lebih tenang dan tidak khawatir dengan biaya berobat.

“Program JKN sangat membantu saya dan keluarga. Saya sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah Tana Toraja yang telah menghadirkan program mulia ini. Program ini telah banyak membantu masyarakat kecil seperti kami. Kami merasa lega karena sudah memiliki perlindungan kesehatan yang memadai,” tutupnya.