Kamis, 27 Februari 2025 13:22

Ibunya Alami Pengapuran Tulang, Erni Percayakan Pengobatan pada Program JKN

Erni
Erni

Ke depannya, Erni dan keluarganya berharap bahwa program JKN akan terus hadir sebagai solusi yang andal bagi masyarakat Indonesia.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Gangguan kesehatan di usia lanjut seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi para lansia. Hal ini juga dialami oleh Dorkas Salasa (63), merupakan salah satu peserta yang telah merasakan manfaat menjadi peserta JKN.

Menurut penuturan dari anaknya, Erni (30), bahwa ibunya telah mengeluhkan kesemutan dan keram terutama di bagian lutut dan panggulnya selama satu tahun terakhir ini. Gejala yang kerap kambuh ini tidak hanya menyulitkan Dorkas dalam beraktivitas, tetapi juga membuatnya kesulitan berjalan.

“Saat ini saya tengah menemani ibu kontrol di Poli Saraf RSUD Lakipadada. Ibu sudah lama mengeluhkan kesemutan dan kram di tubuhnya terutama di bagian lutut dan panggul. Awalnya kami kira ini asam urat karena ibu sering merasa kaku dan sakit. Tapi setelah diperiksa dokter, asam uratnya ternyata normal,” ungkap Erni.

Baca Juga

Kondisi Dorkas mulai terungkap setelah menjalani pemeriksaan radiologi. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pengapuran tulang, yang merupakan kondisi di mana terjadi penumpukan kalsium di jaringan tulang atau sendi. Pengapuran biasanya terjadi akibat proses degeneratif yang berkaitan dengan penuaan, di mana tulang kehilangan fleksibilitas dan elastisitasnya seiring waktu.

Kondisi ini bisa menyebabkan rasa kaku, nyeri, dan berkurangnya kemampuan gerak.

"Ibu sudah lama mengeluhkan sakit, tapi setahun terakhir semakin parah hingga dibawa ke Puskesmas Bua Tallulolo dan dirujuk ke RSUD Lakipadada. Dokter mengatakan ibu mengalami pengapuran tulang dan tulang ekornya bengkok. Hal ini karena faktor usia dan pekerjaan berat di sawah. Setiap pulang dari sawah, ibu sering merasakan nyeri, kram dan kesemutan, terutama di lutut dan pinggul," jelas Erni.

Hingga kini, ibunya telah lima kali menjalani kontrol  dan terapi tulang untuk mengurangi rasa nyeri dan kaku. Erni juga mengungkapkan rasa puasnya atas pelayanan kesehatan yang diterima oleh ibunya selama masa perawatan di RSUD Lakipadada.

“Dokter menyarankan ibu untuk menjalani terapi tulang untuk mengurangi rasa nyeri dan kaku pada beberapa persendiannya. Puji Tuhan, seluruh pengobatan dan fisioterapi yang ibu peroleh gratis cukup dengan mengikuti prosedurnya. Selain itu, fasilitas di rumah sakit juga lengkap. Dokternya juga sangat membantu menjelaskan kondisi ibu dengan baik. Selama ini, semua berjalan lancar dengan menggunakan Program JKN, baik saat periksa di Puskesmas, mengambil rujukan maupun kontrol,” ungkap Erni.

Sebagai peserta JKN yang terdaftar dalam segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), Erni merasa tidak keberatan membayar iuran setiap bulan karena menurutnya hal itu sebanding dengan manfaat yang diperoleh bahkan lebih. Selain itu, ia juga menambahkan bahwa dengan rutin membayar iuran, ia turut berkontribusi membantu orang-orang yang membutuhkan, termasuk mereka yang menghadapi kondisi serius seperti yang dialami ibunya saat ini.

“Saya tak keberatan membayar iuran setiap bulannya karena ini merupakan suatu kewajiban kita sebagai peserta JKN. Kita tidak tahu kapan sakit akan datang dan berapa besar biayanya, tapi dengan Program JKN, semuanya jadi lebih mudah. Selain itu, iuran yang dibayarkan juga menjadi bentuk gotong royong untuk membantu orang lain yang membutuhkan,” tuturnya.

Dengan biaya yang terjangkau dan jaminan pelayanan medis yang baik, program ini membantu meringankan beban keluarga dalam menghadapi masalah kesehatan yang tidak terduga. Ke depannya, Erni dan keluarganya berharap bahwa program JKN akan terus hadir sebagai solusi yang andal bagi masyarakat Indonesia.

“Semoga program ini terus ada dan semakin baik, sehingga bisa membantu lebih banyak masyarakat. Program ini benar-benar membantu kami, terutama dalam meringankan beban biaya. Kalau bukan karena JKN, mungkin ibu saya tidak bisa menjalani pengobatan rutin seperti sekarang. Saya harap program ini terus ada dan semakin baik, sehingga bisa membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” tutup Erni.

Editor : Muh. Syakir
#BPJS Kesehatan #Program JKN
Berikan Komentar Anda