Rabu, 26 Februari 2025 17:16

Program JKN Setia Dampingi Yunus Simuruk Lawan Parkinson

Yunus Simuruk (61)
Yunus Simuruk (61)

Yunus menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan atas pelaksanaan Program JKN

TATOR, PEDOMANMEDIA - Penyakit Parkinson adalah gangguan neurodegeneratif progresif yang memengaruhi sistem saraf, terutama pada bagian otak yang mengontrol gerakan tubuh. Kondisi ini terjadi akibat hilangnya sel-sel saraf di Substantia Nigra, bagian otak yang berfungsi memproduksi dopamin.

Dopamin sendiri adalah zat kimia yang berperan penting dalam mengatur gerakan tubuh. Kekurangan dopamin inilah yang menyebabkan gejala utama Parkinson, seperti gemetaran (tremor), kekakuan otot dan kesulitan bergerak.

Yunus Simuruk (61), seorang warga Desa Sangabua, Kabupaten Tana Toraja, adalah salah satu penderita Parkinson. Ia pertama kali merasakan gejala penyakit ini pada tahun 2015 setelah bermain bulu tangkis.

Baca Juga

Karena tidak pemanasan terlebih dahulu membuat tubuhnya terasa nyeri hingga membuat tubuhnya sulit bergerak. Kondisinya pun kian memburuk, hingga akhirnya Yunus dilarikan ke salah satu rumah sakit di Makassar.

“Sepulang dari bermain bulu tangkis, saya merasa tubuh saya mulai sakit. Awalnya nyeri di lengan kanan dan lama-kelamaan seluruh tubuh saya sakit semua bahkan tidak bisa bergerak. Akhirnya saya dibawa ke Makassar untuk berobat. saya pun menjalani CT Scan dan oleh dokter saya didiagnosis Parkinson akibat kerusakan di bagian kiri otak," cerita Yunus.

Selama kurang lebih sembilan tahun Yunus tak putus menjalani pengobatan. Penyakit Parkinson yang dialami Yunus membuatnya harus bergantung pada obat-obatan secara rutin.

Ia juga menambahkan bahwa penyakit ini membuatnya harus terus bergantung pada obat-obatan agar dapat beraktivitas sehari-hari.

“Setiap kali saya minum obat, badan terasa lebih baik. Tapi jika telat minum obat, tubuh saya langsung gemetaran, sakit nyeri, bahkan setiap kali memegang sesuatu pasti jatuh. Oleh karena itu, atas saran dari dokter, saya menjalani kontrol sekali dalam dua minggu untuk menjaga kondisi tubuh," ujar Yunus.

Pria yang terdaftar sebagai peserta JKN sejak tahun 2018 ini mengaku bahwa sebelum menjadi peserta JKN, ia harus menghabiskan uang hampir tiga juta setiap kali berobat. Setelah terdaftar sebagai peserta JKN membuatnya sangat bersyukur karena merasakan beban biaya saat jalani pengobatan berkurang secara signifikan.

“Saya baru terdaftar sebagai peserta JKN sekitar enam tahun yang lalu. Jadi saya sempat berobat sebagai pasien umum. Saat itu untuk biaya pengobatan saya habis tia juta untuk sekali berobat belum dengan akomodasi saat ke faskes. Ini sempat menjadi beban pikiran bagi saya karena penyakit ini membutuhkan pegobatan jangka panjang. Oleh karena itu, sejak terdaftar sebagai peserta JKN saya sangat bersyukur karena tak perlu mengeluarkan biaya yang banyak untuk berobat,” tambahnya.

Bagi Yunus, dukungan Program JKN menjadi penyelamat dalam perjuangannya melawan Parkinson selama sembilan tahun terakhir. Ia berharap masyarakat yang menderita penyakit kronis seperti dirinya dapat merasakan manfaat serupa.

Program jaminan kesehatan ini menjadi bukti nyata pentingnya akses layanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat luas, terutama bagi mereka yang membutuhkan pengobatan jangka panjang.

Yunus menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan atas pelaksanaan Program JKN yang dinilainya sangat baik. Menurutnya, program ini telah membantunya dan banyak masyarakat lainnya. Ia berharap BPJS Kesehatan terus berinovasi untuk semakin mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Program JKN benar-benar menjadi tumpuan bagi kami. Dengan adanya program ini, saya tidak perlu cemas soal biaya rumah sakit, dan itu memberikan rasa tenang bagi saya dan keluarga. Semoga BPJS Kesehatan terus meningkatkan kualitas pelayanannya agar lebih banyak lagi masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” ujar Yunus.

Editor : Muh. Syakir
#BPJS Kesehatan #Program JKN
Berikan Komentar Anda