Manfaatkan Aplikasi Mobile JKN, Agnes Dapatkan Kemudahan dalam Layanan Kesehatan
Berkat adanya fitur antreanĀ online, kunjungan ke fasilitas kesehatan menjadi lebih cepat, efisien
TATOR, PEDOMANMEDIA - Agnes (34), seorang warga asal Buntu Limbong, Kabupaten Tana Toraja yang sudah cukup lama menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), berbagi pengalamannya dalam memanfaatkan layanan kesehatan. Ia merasa sangat terbantu dengan berbagai inovasi yang ditawarkan oleh Program JKN, terutama dengan adanya Aplikasi Mobile JKN.
Melalui aplikasi ini, ia bisa lebih mudah mengambil antrean online untuk berobat baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).
Seperti saat ditemui oleh Tim Jamkesnews pada Selasa (07/01), ia memanfaatkan fitur antrean online pada Aplikasi Mobile JKN saat mengakses layanan kesehatan di Poli THT Rumah Sakit Umum Daerah Lakipadada. Agnes menceritakan bahwa beberapa bulan lalu, ia mengalami masalah pendengaran yang menggangu aktivitas sehariannya hingga membuatnya khawatir.
Awalnya, ia mulai merasakan telinganya berdengung. Kondisi tersebut muncul beberapa hari setelah dirinya sembuh dari sakit tifus yang dideritanya pada bulan Mei tahun lalu.
“Tahun lalu saya sempat dirawat di rumah sakit karena mengidap penyakit tifus. Beberapa hari setelah sembuh, saya merasa telinga saya mulai berdengung. Kondisi ini membuat kemampuan pendengaran saya menurun. Jika berbicara dengan orang, saya tidak bisa mendengar dengan jelas. Ketika saya konsultasikan ke dokter, katanya masalah ini kemungkinan besar disebabkan oleh efek dari obat-obatan yang saya konsumsi saat sakit tifus,” ujar Agnes.
Merasa tidak nyaman dengan kondisinya, Agnes pun memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis THT di RSUD Lakipadada. Sebelum dirujuk, ia terlebih dahulu memeriksakan telinganya di Puskesmas Ulusalu dan memanfaatkan fitur antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN untuk mempermudah prosesnya.
“Setiap kali berkonsultasi dengan dokter, saya selalu mengambil antrean online di Aplikasi Mobile JKN, begitupun saat periksa ke Puskesmas Ulusalu. Menurut saya, antrean online ini sangat membantu. Kalau menggunakan antrean umum, bisa memakan waktu lama. Datang jam berapa pun, antreannya sudah menumpuk. Lain halnya jika pakai Aplikasi Mobile JKN, biar dari rumah kita sudah bisa mengambil nomor antrean secara online. Jadi tak perlu pagi-pagi lagi datang faskes,” katanya.
Ia juga menambahkan berkat adanya fitur antrean online, kunjungan ke fasilitas kesehatan menjadi lebih cepat, efisien dan tidak membuang banyak waktu.
“Saya tidak perlu menunggu terlalu lama, cukup datang sesuai dengan jadwal yang tertera di Aplikasi Mobile JKN. Begitu tiba di fasilitas kesehatan, saya langsung menuju ke Poli THT dan bahkan tidak perlu menunggu lama karena segera dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di poli yang dituju,” tambahnya.
Perempuan yang terdaftar sebagai peserta JKN pada segmen Peserta Penerima Upah (PPU) ini mengaku merasa sangat puas dengan layanan kesehatan yang ia dapatkan melalui Program JKN. Ia tidak mengalami kendala apa pun dalam memanfaatkan program tersebut untuk mendapatkan pelayanan medis, baik itu untuk pengobatan ringan maupun untuk masalah yang lebih serius seperti konsultasi ke dokter spesialis.
“Saya sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan sebagai penyelengggara jaminan kesehatan karena berkat program-programnya banyak orang seperti saya yang merasakan kemudahan dalam mendapatkan layanan kesehatan yang mudah, cepat dan setara. Berkat berbagai inovasi seperti fitur antrean online pada Aplikasi Mobile JKN membuat kami lebih fleksibel dalam mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus menunggu lama di rumah sakit. Semoga program ini terus ada dan terus berkembang, sehingga semakin banyak lagi masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” tutupnya.
