Cerita Pensiunan PNS Penderita Diabetes, Gantungkan Harapan Berobat dengan JKN Selama 4 Tahun
Dengan dukungan Program JKN, Dorkas tetap optimis menjalani pengobatan diabetes
TATOR, PEDOMANMEDIA - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan wujud nyata perhatian pemerintah dalam mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan dukungan dan partisipasi masyarakat, program bertajuk gotong royong ini diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Dorkas Kombong (59), salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional dari Kabupaten Tana Toraja, telah menjalani perjuangan panjang dalam melawan penyakit diabetes yang dideritanya. Selama lebih dari empat tahun, ia rutin menjalani pengobatan dan kontrol kesehatan.
Meski perjalanan ini tidak mudah, ia tetap semangat dan merasa sangat terbantu oleh Program JKN yang telah menanggung seluruh biaya pengobatannya.
“Sudah empat tahun saya berobat rutin dan minum obat. Setiap bulan saya kontrol di rumah sakit, dan selama ini juga saya harus suntik insulin dengan dosis 14 kali setiap hari. Untungnya, obat-obatan yang diberikan semuanya gratis. Saya sangat bersyukur karena Program JKN ini benar-benar membantu meringankan beban kami,” ujar Dorkas saat ditemui di Rumah Sakit Fatima Makale, tempat ia menjalani kontrol di poli penyakit dalam.
Sebelumnya, Dorkas memulai pengobatan diabetesnya di Puskesmas Getengan. Dari puskesmas itulah, ia dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Sebagai penderita diabetes, Dorkas mengaku kerap merasa lemas, terutama ketika pola makannya kurang terkontrol.
“Saya selalu berusaha menjaga pola makan karena itu sangat penting untuk penyakit saya. Tapi karena di sini sering ada pesta atau acara adat, terkadang saya tidak bisa sepenuhnya mengontrol makanan. Kadang itu menjadi tantangan tersendiri. Meski begitu, saya tetap disiplin dengan minum obat dan mengikuti semua anjuran dokter,” tambah Dorkas.
Sebagai seorang pensiunan PNS, kehadiran Program JKN tentunya menjadi penyelamat baginya dalam mendapatkan pengobatan. Mengingat usianya yang rentan terhadap berbagai penyakit, apalagi saat ini ia mengidap penyakit kronis seperti diabetes, keberadaan program ini tentu memberinya rasa lega.
"Saya sangat bersyukur adanya Program JKN yang menanggung seluruh biaya pengobatan saya. Mengingat saya sudah pensiun dan kini hanya mengandalkan uang pensiun, kehadiran program ini benar-benar membawa angin segar bagi saya, sehingga saya bisa menjalani pengobatan yang memadai tanpa khawatir mengeluarkan biaya sepeser pun. Penyakit yang saya derita ini memerlukan pengobatan jangka panjang. Jika bukan karena JKN, saya sudah mengeluarkan banyak biaya," tambahnya.
Bagi Dorkas, pengalamannya selama empat tahun terakhir adalah bukti nyata bahwa Program JKN benar-benar memberikan dampak positif. Ia merasa tidak hanya terbantu secara finansial, tetapi juga lebih termotivasi untuk menjaga kesehatannya dengan lebih baik.
“Kesehatan itu mahal, tapi dengan JKN, saya bisa mendapatkan pengobatan tanpa perlu khawatir soal biaya. Saya sangat bersyukur dengan adanya program ini,” imbuhnya.
Dengan dukungan Program JKN, Dorkas tetap optimis menjalani pengobatan diabetes yang membutuhkan perhatian jangka panjang. Perjuangannya adalah inspirasi bagi banyak orang bahwa kesehatan bisa tetap dijaga asalkan ada tekad, disiplin, dan dukungan yang tepat.
"Saya sangat mengapresiasi Program JKN. Berkat program ini, banyak orang yang terbantu mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas tanpa perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Sebagai salah satu yang telah merasakan manfaatnya, saya berharap agar mereka yang belum terdaftar segera mendaftarkan diri. Ini adalah bentuk kewaspadaan kita terhadap hal-hal yang tidak dapat kita prediksi di masa depan. Semoga program ini terus berlanjut agar semakin banyak orang yang terbantu,” tutupnya.
