Selasa, 11 Februari 2025 22:14

Kades Blak-blakan Soal Polemik Buku Biografi Kajari Enrekang: Kita Beli Terpaksa

Kades Blak-blakan Soal Polemik Buku Biografi Kajari Enrekang: Kita Beli Terpaksa

Harganya pun dijual bervariasi. Antara kades pj dengan kades definitif dipatok Rp150 ribu dan Rp200 ribu.

ENREKANG, PEDOMANMEDIA - Polemik penjualan buku biografi Kepala Kejaksaan Negeri Enrekang kepada kepala desa dan OPD masih bergulir. Para kades mengaku terpaksa membeli buku tersebut karena menerima instruksi dari atas.

"Sebenarnya kita juga nda tahu untuk apa itu buku. Tapi karena ada instruksi ya kita ikut saja," ujar salah seorang kades, Selasa (11/2/2025).

Diakuinya, buku tersebut tidak punya urgensi langsung ke masyarakat. Ia juga belum membaca isi buku itu sampai tuntas.

Baca Juga

Seorang kades lainnya menuturkan, awalnya mereka menerima pemberitahuan dari Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Enrekang, Sukri soal buku biografi Kajari Enrekang yang akan dijual kepada kepala desa. Lalu setelah itu disusul surat dari Kajari.

"Isi surat Kajari itu juga sama. Minta kades beli buku itu," katanya.

Harganya pun dijual bervariasi. Antara kades pj dengan kades definitif dipatok Rp150 ribu dan Rp200 ribu.

"Kami disampaikan katanya kalau kades pj itu harganya Rp150 ribu. Kades definitif harganya Rp200 ribu. Setiap kades harus beli 10 eksamplar. Jadi totalnya Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per desa," katanya.

Ia mengatakan, dalam pos belanja dana desa tidak ada nomenklatur pembelian buku seperti itu. Akhirnya, anggaran disiasati para kades dengan menggunakan dana pribadi.

"Kita terpaksa pake dana pribadi karena tidak ada memang posnya di dana desa. Kalau dibilang terpaksa beli ya begitulah. Karena memang tidak ada anggarannya," ucapnya.

Namun ia terpaksa membeli karena instruksi dari Kajari dan Sekdis DPMD.

"Masa kita mau tolak kalau Kajari yang perintah. Apalagi Sekdis juga yang fasilitasi. Saya yakin tidak ada kades berani menolak," jelasnya.

Sekretaris DPMD Enrekang Sukri mengatakan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui sumber dana dari kepala desa untuk membeli buku biografi Kajari.

"Saya tidak bisa memastikan sumber dananya karena itu inisiasi dari kades apakah dari pribadinya atau dari sumber APBDesa. Karena kami hanya meneruskan info dari Pak Kajari terkait buku biografi itu," kata Sukri.

Sukri sendiri telah memberi klarifikasi terkait adanya tekanan kepada kepala desa. Ia menegaskan, klarifikasi yang dibuat lewat video itu adalah atas arahan dari Pak Kajari.

"Tiba-tiba saya ditelpon oleh Pak Kajari disuruh buat klarifikasi mengenai adanya review dana desa yang dilakukan di aula Kejaksaan Negeri Enrekang. Tidak ada hubungannya dengan penjualan buku biografi," ucapnya.

Dijelaskan pula oleh Sukri bahwa tidak ada kaitan review dan monitoring seluruh kepala desa dengan penjualan buku biografi. Karena tidak ada dibahas dalam review anggaran dana desa di aula kejaksaan.

Aktivis Layangkan Kritik

Sebelumnya, penjualan buku biografi Kepala Kejaksaan Negeri Enrekang Padeli menuai kritik dari para aktivis. Penjualan kepada kepala desa dan OPD itu dinilai tidak etis.

"Saya sebagai aktivis pemuda Enrekang sangat tidak sepakat dengan program kejaksaan yang menganjurkan semua kepala desa di  Enrekang untuk membeli buku biografinya. Ini ada kesan memaksakan," ujar aktivis Enrekang, Ciwang, Jumat (07/02/2025).

Menurut Ciwang, penjualan buku Kajari Enrekang berbau tekanan. Yang ironis, kepala desa yang tidak membeli buku disurati oleh pihak kejaksaan.

Kata Ciwang, dari sini ada kesan pemaksaan atau tekanan terhadap kades.

“Saya sangat yakin kepala desa tidak ada yang berani menolak program itu. Kejaksaan memiliki kedudukan sentral dalam penegakan hukum dan pastinya semua kepala desa pasti patuh," jelas Ciwang.

Ia menambahkan, asas manfaat dari buku tersebut ke desa tidak urgen. Karena itu, Ciwang minta Padeli memperjelas urgensi buku tersebut terhadap kades.

Akan Segera Launching

Kajari Enrekang Padeli mengatakan, bukunya itu akan launching pada tanggal 18 Februari 2025. Launching   akan dihadiri langsung Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Agus Salim.

Buka biografi Kajari Enrekang yang ditulis oleh Sunarti Lewang, Arsiparis Dispustaka Enrekang dengan judul " Padeli Membangun Enrekang dari Sisi Penegakan Hukum dan Satu Tahun Pencapaian Kinerja Kajari Enrekang.

Buku telah cetak sebanyak 2.000 eksamplar. Menurut Padeli bukunya ini telah memiliki izin edar sehingga dapat diperoleh dengan membeli seharga Rp150.000 per eksamplar.

Kajari Enrekang mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pembinaan terhadap 112 kepala desa di Enrekang dengan tujuan menginspirasi masyarakat dengan membaca perjalanan kariernya selama menjadi Kajari Enrekang.

"Buku saya ini menceritakan bagaimana saya mengawal dan membawa perubahan signifikan di Kabupaten Enrekang dari sisi penegakan hukum," katanya.

"Buku biografi dijual ke Kepala Desa dan OPD sehingga mereka ada yang beli hingga 10 buah per desa dan OPD. Kita sudah punya ijin edar dan sudah tercetak sebanyak 2000 buah. Kita sekarang sedang on proses lagi 1000 buah untuk pesanan Bupati Enrekang terpilih" kata Padeli.

Buku ini juga sudah dipesan Bupati Enrekang terpilih Yusuf Ritangnga sebanyak 1.000 eksamplar. Menurut Padeli karena memang buku ini dibutuhkan oleh masyarakat sebagai bahan bacaan yang menginspirasi. Apalagi harga buku ini sangat terjangkau.

Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Muh. Syakir
#Kajari enrekang padeli
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer