TORUT, PEDOMANMEDIA - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Toraja Utara Amos H Pattola mengeluhkan minimnya anggaran untuk pemberdayaan koperasi dan UKM. Sementara untuk mengakomodir semua program dibutuhkan biaya besar.
"Ini saja dua kali kegiataan kami habiskan Rp500 juta. Itu sumber dananya dari DAK," ujar Amos kepada PEDOMANMEDIA, Rabu (15/1/2025).
Dijelaskan Amos, dua kegiatan yang dilaksanakan itu antara lain pelatihan bagi petani Lombo' Katokkon yang melibatkan 32 orang. Lalu ada pelatihan kewirausahaan yang juga melibatkan 32 orang.
"Selanjutnya kami tidak tahu harus menjalankan program apa, karena anggaran sudah tidak ada," jelasnya.
Amos juga mengeluhkan rendahnya anggaran perjalanan dinas. Kata dia, anggaran perjalanan dinas di Dinas Koperasi dan UKM hanya berkisar Rp30 juta.
"Kira-kira kita mau bikin apa dengan anggaran kecil seperti itu. Kalau Rp30 juta kan hanya untuk sekali perjalanan," ucapnya.
Amos mengatakan, seluruh nomenklatur anggaran di Diskop sudah terserap secara transparan. Ia yakin tidak ada penyimpangan dalam penggunaan anggaran.
"Kalau ada kejanggalan di lapangan yang teman - teman baik dari media maupun dari LSM silakan laporkan ke aparat penegak hukum. Saya siap diproses kalau ada unsur-unsur merugikan negera," jelas Amos.
TAG
BERITA TERKAIT
-
IMB-Amdal Lalin Bermasalah, Pemkab Torut Segel Sejahtera Mart
-
Frederik Boyong Istri dan FKUB Torut Jalan-jalan ke Pontianak, Aktivis: Hanya Hambur Uang!
-
Ikuti Asistensi APBL, Program Lembang Salu Sopai Kini Lebih Terarah
-
Dorong Transparansi, 111 Lembang di Toraja Utara Lakukan Asistensi APBL di Dinas PML
-
Bupati Frederik Minta Warga Torut Tanamkan Budaya Malu Soal Kebersihan