Kamis, 04 Februari 2021 15:19

Tak Terima Terjaring Operasi Yustisi, Oknum Guru SMK Ini Berdebat dengan Wabup Gowa

Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni saat berdebat dengan oknum guru SMK yang tidak memakai masker.
Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni saat berdebat dengan oknum guru SMK yang tidak memakai masker.

Wabup Gowa yang melihat adanya perdebatan antara petugas tim gabungan dan oknum guru ini langsung menghampiri dan menjelaskan kepada oknum guru ini tentang aturan tersebut.

GOWA, PEDOMANMEDIA - Seorang oknum guru di salah satu SMK di Gowa berinisial AS terjaring operasi yustisi oleh tim gabungan. Ia kedapatan tak memakai masker oleh Wakil Bupati (Wabup) Gowa Abd Rauf Malaganni.

Namun ironisnya, oknum guru ini diduga tak terima kalau dirinya terjaring operasi yustisi penegakan pendisiplinan pemakaian masker dengan berbagai macam alasan dan tak mau dikenakan denda karena dirinya merasa tak pernah mengetahui bahwa ada peraturan seperti itu berlaku di Kabupaten Gowa.

Wabup Gowa yang melihat adanya perdebatan antara petugas tim gabungan dan oknum guru ini langsung menghampiri dan menjelaskan kepada oknum guru ini tentang aturan tersebut.

Baca Juga

Namun oknum guru ini terus beralasan yang membuat terjadinya perdebatan antara Wabup Gowa dan oknum guru ini yang berakhir dengan Wabup Gowa meninggalkan oknum guru tersebut karena oknum guru ini tidak mau mengakui kesalahannya.

Saat diwawancarai oleh awak media ini, oknum guru ini mengatakan bahwa dirinya bukan tidak mau mengakui kesalahannya tapi memang dia tidak pernah mengetahui kalau ada peraturan seperti itu dan dirinya lagi buru-buru karena ada tugas yang mau diselesaikan sehingga lupa memakai masker.

"Saya bukannya tidak mau mengaku salah tapi memang saya tidak tahu adanya peraturan itu dan saya buru buru tadi jadi lupa untuk memakai masker," dalih oknum guru.

Sementara itu, Wabup Gowa Ab Rauf Malaganni mengatakan bahwa oknum guru ini tidak mau dinasehati oleh dirinya dan sejumlah petugas tim gabungan dan dia selalu menganggap dirinya benar tidak melakukan kesalahan.

"Seharusnya cukup dia mengakui kesalahannya dan berjanji untuk tidak melakukan lagi hal seperti itu, itu sudah bisa diterima namun dia tetap bersikeras dengan pendapatnya," kata Wabup Gowa.

"Seharusnya oknum guru ini bisa menjadi contoh buat masyarakat dan siswanya karena dia adalah seorang pendidik yang seharusnya tidak melakukan hal itu serta bisa mengakui kesalahannya," tambahnya.

Penulis : Alfian Irma
Editor : Jusrianto
#Pemkab Gowa #Operasi Yustisi #Oknum Guru SMK
Berikan Komentar Anda