Kamis, 04 Februari 2021 09:16

Penampakan Eksotik Pulau Lantigian, Potongan "Surga" yang Nyaris Dijual

Keindahan Pulau Lantigian yang diabadikan dari ketinggian.
Keindahan Pulau Lantigian yang diabadikan dari ketinggian.

Lantigian punya spot wisata yang menakjubkan. Jika dikelola dengan optimal, akan mendatangkan wisatawan mancanegara. Lantigian akan menjadi destinasi baru di Sulsel.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pulau Lantigian menampakkan eksotisme luar biasa begitu diabadikan dari ketinggian ratusan kaki. Pulau hijau ini dikelilingi pasir putih. Bak potongan "surga" yang terlupakan berabad-abad.

Pulau Lantigian baru mengusik banyak orang setelah isu jual beli. Lantigian adalah pulau tak berpenghuni.

Pulau ini kabarnya ditawar oleh pengusaha pariwisata asal Kabupaten Selayar, Asdianti. Ketertarikannya mengeksplor pulau ini karena ia menemukan sejuta potensi masa depan pariwisata di sana.

Baca Juga

Ia mengakui, Lantigian punya spot wisata yang menakjubkan. Jika dikelola dengan optimal, akan mendatangkan wisatawan mancanegara. Lantigian akan menjadi destinasi baru di Sulsel.

Asdianti disebut membeli pulau di kawasan Taman Nasional Taka Bonerate itu seharga Rp900 juta dari seorang warga bernama Syamsu Alam. Tapi Asdianti membantah membeli pulau. Menurutnya, ia tak membeli pulau. Tapi sebidang tanah di atas pulau.

"Sangat jelas di surat keterangan jual beli tersebut, bahwa klien kami hanya membeli tanah atau lahan di atas Pulau Lantigian," ucap kuasa hukum Asdianti, Saenuddin dalam keterangan pers di Hotel Rayhan-Resto & Cafe, Selasa (2/2/2021).

Saenuddin menjelaskan, Asdianti sebelumnya pada tahun 2015 telah menemui pihak Balai TN Taka Bonerate terkait keinginannya untuk membangun fasilitas destinasi di kawasan Taman Nasional Taka Bonerate tersebut. Pihak Balai saat itu setuju atas niat baik dari Asdianti.

Selain Pulau Lantigian, pihak Balai juga beberapa kali mengarahkan untuk membangun di pulau lainnya. Seperti Latondu Besar, Jinato dan sebelum akhirnya kembali diarahkan ke Pulau Lantigian.

"Klien kami beberapa kali diarahkan untuk pembangunan tempat destinasinya di pulau lain. Karena alasan regulasi dan sistem zonasi pemanfaatan bahkan klien kami sudah membeli sebidang tanah atau lahan di Pulau Latondu Besar sebelum kembali diarahkan kembali ke Pulau Lantigian itu," tutur Saenuddin.

Selanjutnya Asdianti memantau potensi pulau yang bisa dia bangun resort (bungalows). Akhirnya mentok pada Pulau Lantigian yang masuk dalam zona pemanfaatan. Artinya lokasi pulau tersebut dapat dikelola untuk masyarakat atau investor yang ingin mengembangkan sekaligus merawat pulau tersebut.

Sayangnya sebelum terealisasi, pihak Balai melaporkan transaksi itu. Upaya Asdianto untuk mengeksplorasi Pulau Lantigian pun batal.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menegaskan Pulau Lantigian masuk dalam wilayah administrasi Desa Jinato dengan luas pulau 5,6 Ha. Pulau ini ditumbuhi berbagai jenis tanaman. Diantaranya cemara laut, santigi pasir dan ketapang. Juga menjadi tempat bertelur penyu.

Nurdin mengatakan, rencananya pulau tersebut akan dibangun resort di atas atol. Proses jual beli dengan investor dipastikan batal.

"Saya kira soal pulau kita, insyaallah itu tidak akan mungkin bisa diperjual-belikan. Dan kepada seluruh masyarakat, saya berharap Taman Nasional Takabonerate ini adalah kawasan strategis yang tentu kita lindungi," tegasnya.

Editor : Muh. Syakir
#Pulau Lantigian Dijual #Destinasi Wisata #Sulsel #Kepulauan Selayar
Berikan Komentar Anda