Jumat, 29 Januari 2021 20:18

Pasca Sampaikan IPD Tertinggi, BPS Bone: Indeks Pembangunan Desa Rendah Harus Dicari

Kepala BPS Bone Yunus.
Kepala BPS Bone Yunus.

Yunus menyebutkan, ketiga desa yang tertinggi Indeks Pembangunan Desanya yakni Desa Ujung Kecamatan Dua Boccoe 79,85 persen, disusul Desa Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue 77,28 persen, dan Desa Tarasu Kecamatan Kajuara 76,64 persen.

BONE PEDOMANMEDIA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bone Yunus menyampaikan tiga desa dengan Indeks Pembangunan Desa (IPD) tertinggi di daerah yang berjuluk Bumi Arung Palakka. Hal ini disampaikan Yunus saat hadir di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bone periode 2018-2023 di Hotel Novena.

Pada kesempatan tersebut, Yunus menyebutkan, ketiga desa yang tertinggi Indeks Pembangunan Desanya yakni Desa Ujung Kecamatan Dua Boccoe 79,85 persen, disusul Desa Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue 77,28 persen, dan Desa Tarasu Kecamatan Kajuara 76,64 persen.

Adapun saat ditanya lebih lanjut terkait Indeks Pembangunan Desa terendah, ia tidak menyebutkan. Begitupun saat ditanya terkait apakah BPS Bone belum mengetahui Indeks Pembangunan Desa terendah, Ia mengirim file IPD Sulsel tahun 2019 untuk dicari.

Baca Juga

"Harus dicari (Indeks Pembangunan Desa) yang terendah di tiap kabupaten atau kecamatan karena disusun berdasarkan urutan desa," katanya, Jumat (29/1/2021).

Ia juga mengaku hanya mengambil dan menyampaikan IPD tertinggi di tiap kecamatan, kecuali kecamatan kota.

"Memang hanya kuambil yang tertinggi di tiap kecamatan kecamatan kecuali kecamatan kota tidak ada desa," akunya.

Selain itu, ia menyampaikan, di BPS Bone dari tahun sebelumnya tidak pernah memiliki data terkait klasifikasi desa berkembang. Begitupun terkait klasifikasi desa mandiri dan tertinggal.

"Di BPS tidak diklasifikasi, cobaki di Dinas PMD karena pernah kutanyakan tetang desa tertinggal dan kategori desa," ungkapnya.

Sementara itu, melansir di website BPS abstraksi Indeks Pembangunan Desa 2018 dijelaskan merupakan indeks komposit yang menggambarkan tingkat kemajuan atau perkembangan desa pada suatu waktu.

IPD 2018 bersumber dari hasil pendataan Podes 2018, mencakup atas 5 dimensi dan 42 indikator yang menggambarkan ketersediaan dan aksesibilitas pelayanan pada masyarakat Desa.

Hasil IPD 2018 menunjukkan 5.606 desa mandiri, 55.369 desa berkembang dan 14.461 desa tertinggal. Secara nasional, tahap perkembangan desa di Indonesia dalam kategori desa berkembang dengan nilai IPD sebesar 59,36.

Penulis : Abustan Abiy
Editor : Jusrianto
#BPS Bone #Indeks Pembangunan Desa
Berikan Komentar Anda