Hari Pertama SPMB, Kadisdik Jabar Tinjau SMAN 1 Purwakarta
Ia pun berharap, proses SPMB berjalan murni melalui jalur resmi dan memberi kesempatan kepada siswa berprestasi.
PURWAKARTA, PEDOMANMEDIA - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Purwanto meninjau pelaksanaan hari pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul (Maung) di SMAN 1 Purwakarta, Senin (25/5/2026). Dalam peninjauan tersebut, Kadisdik menegaskan, pelaksanaan SPMB harus berjalan dengan penuh integritas dan transparan sesuai arahan Gubernur Jawa Barat.
“Kita ingin memastikan penyelenggaraan SPMB Maung berjalan dengan integritas dan transparansi sebagaimana arahan Pak Gubernur,” ungkapnya.
Ia juga memastikan pihak sekolah telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, baik kepada SMP di sekitar sekolah maupun melalui perangkat desa.
Pelaksanaan hari pertama SPMB mendapat respons positif dari calon murid dan orang tua. Salah satu orang tua calon murid, ibunda Rafael mengaku memilih Sekolah Maung karena menilai pembentukan karakter di sekolah tersebut lebih baik dibandingkan sekolah reguler.
“Pembentukan karakter anaknya lebih bagus. Untuk menuju perguruan tinggi negeri juga lebih mudah dibandingkan sekolah reguler yang lain,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku masih menunggu hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sehingga peluang anaknya diterima dinilai masih 50-50. Menurutnya, nilai rapor sang anak cukup aman, namun hasil TKA tetap menjadi penentu.
Ia pun berharap, proses SPMB berjalan murni melalui jalur resmi dan memberi kesempatan kepada siswa berprestasi.
“Harapannya tidak ada istilah orang dalam. Jadi, yang masuk memang benar-benar siswa berprestasi, baik akademik maupun non-akademik,” katanya.
Sementara itu, Rafael mengaku antusias sekaligus gugup saat datang langsung ke sekolah pada hari pertama pendaftaran.
“Jujur rasanya lumayan deg-degan. Tapi, saya juga kagum sama suasana lingkungannya,” ucapnya.
Rafael mengaku cukup percaya diri dengan nilai rapor yang dimiliki. Namun, ia tetap menunggu hasil TKA sehingga peluang diterima menurutnya masih belum pasti. “Untuk nilai rapor saya lumayan pede. Tapi, saya masih menunggu hasil TKA,” katanya.
Penulis : Bobi
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
