Muh. Syakir : Rabu, 11 September 2024 23:07
Silviani

TATOR, PEDOMANMEDIA - Salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai bagi mereka yang telah berusia lanjut adalah penyakit saraf terjepit atau Herniasi Nucleus Pulposus (HNP). Saraf terjepit adalah kondisi di mana berkurangnya alastisitas bantalan tulang belakang.

Kondisi ini bisa memberikan ketidaknyamanan saat beraktivitas sehari-hari bahkan saat duduk. Hal ini juga dirasakan oleh Ibu dari Silvani (31), Mariila Gani (60). Seperti yang diceritakannya pada Tim Jamkesnews saat ditemui di Rumah Sakit Sinar Kasih pada Rabu (11/09), saat menemani ibunya untuk berobat.  

               

Warga asal Tampo, Kabupaten Tana Toraja ini membagikan pengalaman ibunya yang telah merasakan manfaat dari Program JKN. Ia menceritakan bahwa ibunya mengidap sakit saraf terjepit sudah dua tahun di bagian punggung belakangnya.

Selama itu dia diharuskan untuk mengonsumsi obat dan menjalani kontrol dua minggu sekali di Poli Saraf Rumah Sakit Sinar Kasih.

“Saat ini ibu saya sedang menjalani perawatan rawat jalan akibat saraf terjepit di bagian belakangnya yang telah diderita selama dua tahun. Dokter menyarankannya untuk menjalani kontrol setiap dua minggu sekali di poli saraf Rumah Sakit Sinar Kasih. Selama itu juga ibu saya diharuskan untuk mengonsumsi obat,” jelas Silvani.

Menurut Silvani, sakit yang diderita ibunya ini akibat dari faktor usia. Jika penyakitnya kambuh, ibunya akan merasakan nyeri di bagian punggung belakangnya, dan itu sangat mengganggu ketika beraktivitas.

Karena itulah ibunya harus rutin menjalani pengobatan dan mengonsumsi obat untuk meredakan nyeri pada punggungnya.

“Menurut dokter karena faktor usia, tulang ibu saya tidak sekuat dulu. Setiap kali dia bergerak atau mencoba mengangkat sesuatu, rasa nyeri di bagian punggungnya sering kali muncul. Sakitnya ini mengganggu ketika beraktivitas apalagi saat bermain dengan cucu. Beruntung, setiap kali sakitnya kambuh, ibu langsung meminum obat yang telah diresepkan oleh dokter sebelumnya sehingga rasa nyeri di punggungnya mereda,” jelasnya.

Silvani menambahkan selama proses perawatan, ibunya tidak berhenti mengonsumsi obat atas saran dokter. Mengingat ibunya harus mengonsumsi obat setiap saat, tak terbayangkan jika ia tidak terdaftar sebagai penerima manfaat dari Program JKN, berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan.

Ia juga mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit karena pelayanan yang diberikan sangat baik dan prima.

“Selama dua tahun ini, Program JKN telah setia menemani proses pengobatan ibu saya, dan selama itu juga kami tidak pernah mendapatkan kendala apapun. Hanya dengan memastikan kepesertaan aktif dari Program JKN, ibu saya sudah dapat menikmati layanan kesehatan yang dibutuhkan. Tentunya dengan hadirnya JKN ini sangat membantu keluarga saya yang sedang membutuhkan perawatan kesehatan, apalagi semua biayanya telah Program JKN. Selain itu, pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit juga sangat baik dan prima sehingga ibu saya merasa nyaman selama menjalani perawatan,” tambahnya.

Rasa syukur terucap atas banyaknya manfaat yang didapat, selain terlindungi dalam hal layanan kesehatan secara tidak langsung juga terlindungi finansial keluarganya. Silvani mengatakan betapa pentingnya Program JKN bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan medis yang berkelanjutan.

Menurutnya, tanpa adanya bantuan tersebut biaya perawatan yang harus ia dan keluarganya tanggung terasa berat. Tak lupa Silvani berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tana Toraja atas bantuan yang diterima keluarganya.

Berkat Program JKN, ia tidak perlu khawatir jika keluarganya ingin mendapatkan layanan kesehatan.

“Saya dan keluarga sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan dan juga kepada pemerintah Kabupaten Tana Toraja karena berkat program ini saya dan keluarga dapat menikmati akses layanan kesehatan dan tidak perlu khawatir lagi jika ingin berobat karena semua biaya yang dikeluarkan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Program ini benar-benar telah membantu banyak orang termasuk ibu saya, saya berharap program ini terus ada untuk mewujudkan msyarakat Indonesia yang sehat,” tutupnya.