Ada JKN, Sarni Tak Khawatir Biaya Cuci Darah Anaknya
Dengan adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menanggung biaya cuci darah rutin bagi anaknya, William, yang mengalami gagal ginjal.
TATOR , PEDOMANMEDIA - Sarni (45) seorang ibu rumah tangga, kini dapat sedikit bernafas lega berkat dukungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menanggung biaya cuci darah rutin anaknya, William (25).
Sejak Oktober 2023, William menjalani cuci darah di RSUD Lakipadada setelah didiagnosis gagal ginjal, yang awalnya terdeteksi melalui gejala hipertensi.
Sarni bercerita bahwa masalah kesehatan William terungkap saat ia berencana memeriksa mata untuk mendapatkan kacamata.
Ketika dokter memeriksa kondisinya, ditemukan tekanan darah yang sangat tinggi.
Setelah pemeriksaan lebih lanjut, William dinyatakan mengalami gagal ginjal dan harus menjalani hemodialisis atau cuci darah dua kali seminggu.
"Kondisi ini baru ketahuan waktu William cek mata di Makassar. Tekanan darahnya sangat tinggi, dan baru diketahui bahwa dia mengalami gagal ginjal," ungkap Sarni saat diwawancarai oleh tim Jamkesnews.
Sarni mengungkapkan bahwa pola makan William sudah terjaga, namun kurangnya aktivitas fisik diduga menjadi faktor pemicu hipertensinya.
Meskipun ia tidak sering mengonsumsi makanan manis, William memang jarang berolahraga, yang bisa meningkatkan risiko hipertensi dan akhirnya menyebabkan gagal ginjal.
"Masalah pola makan sudah dijaga, hanya saja memang William kurang berolahraga. Sebelum dinyatakan gagal ginjal, ia sering sesak napas dan merasa mual," tambahnya.
Selama menjalani perawatan, William mengalami beberapa efek samping, seperti pusing dan perubahan warna kulit.
Namun, Sarni tetap tenang karena prioritasnya adalah memastikan anaknya mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan. Dengan dukungan JKN, Sarni tidak khawatir soal biaya perawatan William.
"Yang penting perawatan berjalan baik dan anak saya bisa terus berobat. JKN sangat membantu, jadi saya tidak lagi khawatir soal biaya," ucapnya dengan rasa syukur.
Sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), Sarni membayar iuran sebesar Rp35.000 per bulan. Ia merasa jumlah tersebut sangat ringan dibandingkan dengan besarnya manfaat yang diterima.
"Sekali cuci darah bisa menghabiskan biaya jutaan rupiah. Kalau bukan karena JKN, saya pasti bingung cari biaya ke mana," ujarnya.
Sarni berharap agar program JKN terus berjalan dan dapat membantu lebih banyak keluarga yang membutuhkan.
Ia mendorong masyarakat yang belum menjadi peserta JKN untuk segera mendaftar, karena program ini bisa menjadi penyelamat di saat mendesak.
"Semoga lebih banyak yang bisa merasakan manfaatnya. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, jadi memiliki jaminan seperti JKN sangat penting," tutup Sarni penuh harap.
