Jumat, 18 Oktober 2024 13:33

Terima Laporan KLB DBD Meningkat, Pj Gubernur Bahtiar Utus OPD Lakukan Intervensi

Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin. (Foto: IST)
Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin. (Foto: IST)

Intervensi jangka pendek untuk pelayanan perawatan di Pustu akan dibangunkan tenda darurat, berkoordinasi dengan BNPB, dan berkoordinasi dengan puskesmas terdekat.

MAMUJU, PEDOMANMEDIA - Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Bara (Sulbar), Bahtiar Baharuddin menerima laporan Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat di Kecamatan Tubbi Taramanu, Kabupaten Polewali Mandar.

Bahtiar langsung mengutus beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Kesehatan, BNPB, dan Dinas Sosial dan OPD lainnya untuk melakukan intervensi.

"Segera turun ke lokasi, tangani yang sakit dan bantu keluarga dan lakukan fogging massal," tegas Bahtiar. 

Baca Juga

Bahtiar juga meminta OPD terkait agar berkoordinasi dengan Pemkab serta Forkopimda untuk kerja bakti massal sebagai upaya mencegah peningkatan kasus DBD di setiap wilayah.

Terkait laporan KLB Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, Asran Masdy menyampaikan bahwa kasus yang terjadi mengelompok di Dusun 1 Ambopadang, Desa Ambopadang terjadi kerentanan penyakit DBD disebabkan oleh sistem imunitas virus dengue yang belum terbentuk 

Sejak 25 September 2024 Puskesmas Tutar menerima 1 laporan kasus DBD yang dirawat di Puskesmas Batupanga.

Melalui laporan tersebut tim TGC Puskesmas melakukan penyelidikan epidemiologi pada alamat pasien untuk mendeteksi adanya penambahan kasus. Hasil kegiatan ditemukan 5 kasus tambahan dalam satu rumah. 

Laporan kemudian diinformasikan berjenjang ke Dinas Kesehatan yang kemudian ditindaklanjuti pada tanggal 26 September 2024.

Tim TGC Puskesmas bersama Tim TGC Dinas Kesehatan kembali melakukan penyelidikan epidemiologi lanjutan.

Kasus kemudian terus bertambah 2 kali lipat lebih dalam kurun waktu 2 minggu. Total kasus per tanggal 17 Oktober 2024 sebanyak 95 Kasus. 

Berbagai intervensi dilakukan seperti Fogging dan Pemberian bubuk abate pada tanggal 26 September, 30 September dan 5 Oktober.

Selain itu melakukan Pertemuan di kantor Desa 30 September 2024 dihadiri kepala Desa, kepala dusun, kader, babinkamtibmas dan masyarakat dalam rangka mensosialisasikan masyarakat tentang bahaya DBD. 

"Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan intervensi PSN belum maksimal, maka dilakukan pertemuan ke 2 di kantor Desa tgl 9 Oktober 2024 dihadiri kepala Desa, perwakilan camat, tokoh agama, kepala Dusun dan masyarakat Desa Ambopadang," beber Kadinkes Sulbar, Asran Masdy.

Terakhir situasi sampai 17 Oktober hari ini perawatan pasien kasus DBD pada Pustu, Puskesmas dan rujukan ke RSUD, tercatat Rawat inap pustu 19 Orang, Rawat inap puskesmas tutar 2 Orang, Rawat inap puskesmas batupanga 1 Orang, Persiapan rujuk ke RS wono (bumil) 1 Orang, Sembuh 72 Orang.

Intervensi jangka pendek untuk pelayanan perawatan di Pustu akan dibangunkan tenda darurat, berkoordinasi dengan BNPB dan berkoordinasi dengan puskesmas terdekat yaitu Puskesmas Batupanga.

" Pelaksanaan Foging Fokus pada tanggal 19 Oktober 2024, serta Advokasi dan Pendampingan dalam rangka penggerakan masyarakat untuk pemberantasan Sarang nyamuk secara rutin, serta mempersiapkan 1 buah unit mesin pogging beserta insektisidanya untuk diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Polman lewat Dinkes Polman," tandasnya.

Penulis : Nober Salamba
Editor : Redaksi
#Pemprov Sulbar #Pj Gubernur Sulbar Bahtiar
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer