Esther Mulu Cerita Manfaat JKN Bantu Persalinan Anaknya
Pengalaman positif ini menunjukkan bahwa puskesmas mampu memberikan pelayanan optimal kepada peserta JKN
TOTUT, PEDOMANMEDIA - Esther Mulu merasa sangat terbantu dengan program JKN dalam proses persalinan cucu keduanya di Puskesmas Pasang. Ia mengapresiasi kemudahan pendaftaran dan layanan berkualitas tanpa beban biaya tambahan.
"Di persalinan cucu kedua semua berjalan lancar, proses pendaftaran administrasi cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), jadi tidak perlu membawa banyak berkas yang tentu mempermudah pendamping pasien. Sebagai keluarga pasien yang menunggu juga merasa nyaman karena pelayanan sangat baik dan petugas yang ramah," ujar Esther.
Keluarga Esther telah lama mempercayakan layanan persalinan kepada Program JKN. Meskipun sempat khawatir jika proses persalinan harus di rumah sakit yang jauh, mereka tetap yakin dengan pelayanan di puskesmas yang semakin baik. "Program JKN telah menanggung seluruh biaya persalinan dan biaya obat putrinya saat ini," tambahnya.
Kelahiran cucu pertama juga menggunakan JKN tanpa biaya tambahan, sama seperti kelahiran cucu kedua. "Keluarga kami selalu menggunakan JKN jika sakit dan berobat di Puskesmas Pasang, karena memang faskes tingkat pertama kami terdaftar di sini. Saya dan keluarga sudah terdaftar BPJS Kesehatan sejak tahun 2016 pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI)," ungkapnya.
Pengalaman positif ini menunjukkan bahwa puskesmas mampu memberikan pelayanan optimal kepada peserta JKN. Esther merasakan kemudahan akses layanan kesehatan berkualitas tanpa kekhawatiran biaya tinggi. Persalinan di puskesmas memiliki nilai plus tersendiri, selain jaraknya dekat juga menghemat biaya akomodasi, terutama bagi masyarakat yang jauh dari perkotaan.
Manfaat Program JKN tidak hanya dirasakan saat proses persalinan. Pemeriksaan dan konsultasi selama kehamilan juga menjadi bagian dari layanan yang diterima. "Sangat terbantu dengan adanya Program JKN seperti ini terutama bagi ibu hamil. Program yang disediakan cukup banyak sehingga bermanfaat untuk kesehatan ibu dan anak. Kalau tidak pakai JKN mungkin bagi keluarga kami terasa lebih berat dalam mengeluarkan biaya berobat," tambahnya.
Esther merekomendasikan Program JKN kepada ibu hamil lainnya. Banyaknya manfaat, ditambah dengan alur pelayanan yang jelas sesuai tingkatan faskes, membuat peserta JKN semakin mudah dan cepat mendapatkan layanan kesehatan. "Program ini banyak membantu ibu hamil untuk mempersiapkan proses kelahiran dengan baik. Beban biaya besar setidaknya sudah bukan menjadi kendala berarti karena semuanya sudah ditanggung pemerintah. Keluarga saya sudah merasakan manfaat nyata program ini di puskesmas dengan pelayanan yang cukup baik," katanya.
Esther bersyukur atas bantuan pemerintah dan berharap tetap menjadi bagian dari Program JKN. Menurutnya, Program JKN yang sudah berjalan dengan baik harus terus ditingkatkan untuk pemerataan layanan kesehatan, terutama di faskes tingkat pertama.
"Saya berharap semoga pemerintah akan menambah fasilitas pengobatan terutama di puskesmas. Banyak masyarakat terutama di desa ketika sakit mengandalkan puskesmas untuk berobat, sehingga peran BPJS Kesehatan dapat lebih banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkasnya.
