Muh. Syakir : Jumat, 26 April 2024 08:43
Ilustrasi (int)

TORUT, PEDOMANMEDIA - Petani di Lembang Pitung Penanian, Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara mengeluhkan berkurangnya jatah pupuk subsidi yang mereka terima. Bahkan sejumlah petani tak lagi menerima jatah pupuk sama sekali.

"Kami mempertanyakan kenapa jatah pupuk dikurangi. Pengurangannya juga sangat besar. Dulunya kami dijatah 6 sak, sekarang sisa 1,6 sak," ujar salah seorang warga Lembang Pitung Penanian, Asdan Rante Allo kepada PEDOMANMEDIA, Jumat (26/04/2024/).

Asdan mengaku pengurangan jatah pupuk ini sangat terasa. Bahkan kata dia, ada beberapa petani yang sama sekali tak lagi menerima jatah.

"Ada yang betul betul tidak lagi diberi jatah pupuk. Kita tidak tahu juga alasannya apa. Karena tiba tiba saja jatah yang kita terima sisa sebegitu," ucapnya.

Menurut Asdan, jatah 1,6 sak sangat tidak cukup. Karena lahan miliknya mencapai 2,5 hektar.

Asdan dan para petani mempertanyakan hal tersebut. Ia khawatir ada permainan yang membuat jatah mereka disunat.

"Ada juga kasian masyarakat di sini sebelumnya menerima pupuk subsidi sekarang tidak dikasih lagi. Besar dugaan saya ada permainan atau salah itu dari penyuluh dinas pertanian. Kami berharap agar keluhan ini bisa sampai di kepala dinas pertanian," pinta Asdan.

Sementara itu salah satu tim pendamping dari Dinas Pertanian Toraja Utara, Mida membenarkan adanya pengurangan pupuk subsidi kepada petani. Menurut Mida, pengurangan itu sudah aturan dari pusat.

"Memang benar ada pengurangan dari pusat di semua kecamatan. Jadi kalau kita usulkan kemarin dari satu hektare kita usulkan mereka dapat pupuk subsidi 3 sak atau 150 kg. Namun data yang dikeluarkan dari pusat itu kalau satu hektare mereka hanya diberi 40 kg. Jadi kalau 2 hektare hanya dapat 80 kg. Itu pun per satu tahun," beber Mida.