TORUT, PEDOMANMEDIA - Lilya Natalya pelajar asal Torut ditemani sang ibu Neli B Datu, saat menunggu antrean di Rumah Sakit Lakipadada bercerita kejadian nahas yang menimpanya. Lilya menceritakan bagaimana kemudahan pengobatan tumor kepala yang dideritanya terbantu oleh program JKN BPJS kesehatan.
“Saya pernah terjatuh dari motor namun karena hanya luka lecet saja saya tidak memeriksakan diri ke dokter. Barulah sekarang ada keluhan pusing disertai sakit kepala, ternyata kata dokter ada tumor di kepala,” ungkap Lilya.
Rasa sakit kepala tersebut seringkali menganggu aktivitas sehari–harinya sebagai pelajar, dan mengharuskannya sering izin untuk kontrol atau istirahat. Dokter yang menangani juga memberikan beberapa obat, terutama obat pereda nyeri.
Dengan didampingi ibu tercinta, dirinya saat ini rutin memeriksakan kondisi kesehatanya, sebelumnya tidak ada tanda–tanda sakit di kepala pasca jatuh dari motor. Dirinya bahkan mengaku tidak memeriksakan diri ke faskes saat kejadian tersebut karena saat itu kondisinya baik–baik saja.
“Pernah juga dirawat di Rumah Sakit Lakipadada selama beberapa hari, karena keadaan membaik maka saat itu diperbolehkan pulang, saya juga sudah beberapa kali rutin kontrol waktu kambuh sakit kepala. Semoga saja tidak parah dan bisa secepatnya sembuh seperti dulu, saya tidak ingin aktifitas belajar saya di sekolah nantinya terganggu,” kata Lilya.
Saat ditanya mengenai biaya berobat di rumah sakit, ia menuturkan tidak ada iuran biaya sama sekali. Ia dan seluruh keluarganya telah terdaftar dalam program JKN pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).
“Bersyukur mempunyai BPJS kesehatan ini karena untuk biaya rumah sakit sudah ditanggung, jadi tidak akan menjadi beban untuk masalah biaya bagi orang tua saya. Semoga pelajar khususnya di Kabupaten Toraja Utara ini semuanya bisa terdaftarkan dalam program ini,” tutup Lilya
sementara itu ibunda Lilya mengatakan jika selama ini tidak ada kendala berobat sebagai pasien dari peserta JKN. Pelayanan dan fasilitas kesehatan yang didapat selama ini menurutnya sudah cukup baik.
“Dulu kami pikir mungkin kami pasien sebagai peserta BPJS kesehatan tidak terlayani dengan baik, namun teryata salah. Selama pengobatan tidak ada kendala yang berat, proses pendaftaran juga tidak berbelit–belit, seperti waktu dirawat di rumah sakit, kami langsung masuk UGD tanpa adanya rujukan dan cukup menunjukan KTP,” ungkap Neli.
BERITA TERKAIT
-
BPJS Kesehatan-Unhas Kampanyekan Hidup Sehat Melalui Fun Run 5K
-
Permudah Akses Layanan JKN, BPJS Keliling Hadir di Pasar Baru Sangalla
-
JKN Jadi Andalan Sarafina, Biaya Pengobatan Tak Lagi Jadi Masalah
-
Rostika Bersyukur, Operasi Kuret hingga Usus Buntu Anak Ditanggung JKN
-
BPJS Kesehatan-Dinkes Tator Dorong Peningkatan Mutu Layanan melalui Monev KBK