Polres Torut Pastikan Segera Periksa Pemilik Kafe yang Aniaya Gadis ABG
Penganiayaan ini dipicu oleh rasa cemburu Tia terhadap R. Tia menduga R telah menjalin hubungan gelap dengan suaminya.
TORUT, PEDOMANMEDIA - Keluarga korban penganiayaan oleh pemilik tempat hiburan malam (THM) di Toraja Utara mempertanyakan kelanjutan kasusnya di Polres Torut. Pasalnya hingga saat ini, terlapor atas nama Tia belum juga diperiksa.
"Pelaku masih berkeliaran. Sampai sekarang belum dipanggil pihak kepolisian," ujar sepupu korban, Bitha, Rabu (17/4/2024).
Korban penganiayaan adalah R (17) seorang gadis ABG yang juga karyawan dari terduga pelaku. R dianiaya oleh Tia pada 13 April lalu.
Penganiayaan ini dipicu oleh rasa cemburu Tia terhadap R. Tia menduga R telah menjalin hubungan gelap dengan suaminya.
Terkait kasus ini, KBO Intel Polres Torut, Aipda Fajar mengatakan, ia telah meneruskan laporannya ke bagian Bagian Perlindungan Perempuan dan Anak. Saat ini laporannya dengan diproses.
"Jadi begini kami belum melakukan pemeriksaan karena laporannya baru sampai di meja saya hari ini. Memang laporannya sudah berapa hari yang lalu namun karena kami juga baru dua hari masuk kantor makanya kami baru tangani," kata Fajar
Menurut Fajar, kasusnya telah diteruskan ke Kanit PPA.
"Sudah saya teruskan kan ke kanit PPA tadi saya pastikan dalam waktu dekat akan ditangani. Sabar aja pasti dituntaskan ini dalam waktu dekat kita akan lakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi dan juga sebagai terduga pelaku," terang dia.
Kronologis Penganiayaan
Pemilik tempat hiburan malam (THM), Kafe 01 Pengairan, Kabupaten Toraja Utara, bernama Tia, dilaporkan telah mengeroyok seorang gadis ABG berinisial R (17). Pengeroyokan ini diduga dipicu rasa cemburu Tia terhadap korban.
Tia dilaporkan Sabtu (13/4/2024) di Polres Torut. Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami sejumlah luka lebam.
Sepupu korban, Bitha menuturkan, R dikeroyok sepulang kerja pada Jumat malam sekitar pukul 23.30 Wita. R sendiri bekerja di kafe milik terlapor.
"Jadi R itu sebenarnya masih karyawannya pelaku. Dia kerja di kafenya pelaku," terang Bitha.
Saat pulang kerja ia tiba tiba didatangi Tia dan beberapa orang. Lalu mereka mengeroyok korban.
"Mereka langsung pukul sepupu saya sampai ada di bagian badannya memar-memar," terang Bitha.
Selain soal pengeroyokan, Bitha juga berharap aparat mengusut kafe milik pelaku karena telah mempekerjakan sepupunya yang masih di bawah umur. Selama ini kata dia, R telah diperlakukan tidak manusiawi.
"Mereka sudah berani pekerjaan anak di bawah umur. Besar harapan kami agar dinas yang terkait juga turun tangan dan melihat berkas-berkas THM tersebut apakah mereka punya izin atau bagaimana," tegas Bitha.
Terlapor Akui Cemburu
Tia, pemilik kafe mengakui melakukan penganiayaan terhadap R. Kata Tia, R adalah karyawannya.
"Iya benar saya pukul karena saya cemburu sama dia. Dia sering baku chat dengan suami saya. Sampai-sampai suami saya sering kasih dia uang," tuturnya.
Tia mengaku kesal karena R selalu melayani chatingan suaminya. Apalagi R sering menerima uang dari suaminya.
"Saya jengkel karena dia ladeni juga kalau dichat sama suamiku. Kalau dikasih uang dia ambil. Kalau tidak ada apa-apa harusnya jangan layaknya chatingannya. Jangan juga ambil kalau dikasih uang," tukas Tia.
Tia menuduh keduanya menjalin hubungan gelap.
"Mereka selingkuh. Biarmi dia melapor, saya tidak takut. Saya malah suka kalau dia melapor, supaya saya juga lapor kasus perselingkuhan," terang Tia.
