MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Motif penganiayaan yang dilakukan oleh salah seorang santri kepada junior di Pondok Pesantren yang terletak di Kecamatan Manggala Kota Makassar hingga berujung kematian akhirnya terungkap.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Devi Sujana mengatakan, AW (15) senior di pesantren itu nekat menganiaya juniornya AR (14) hanya karena persoalan sepele.
AW merasa tersinggung karena kaca jendela di ketuk-ketuk. Saat ditanya, AR malam senyum dan akhirnya bogem mentah dari AW mendarat di wajahnya.
"Motifnya belum ini. Cuma keterangan dari pelaku sendiri, merasa tersinggung. Karena ketika duduk di jendela di perpustakaan, di ketok-ketok. Ditanya kenapa kamu ketok-ketok? Korban hanya senyum lalu dipukul," kata Kompol Devi Sujana kepada wartawan.
AW melayangkan sejumlah pukulan ke arah AR. Pukulan yang membuat korban harus dilarikan ke rumah sakit adalah, luka pecah pada bagian belakang telinga hingga harus dirawat beberapa hari sebelum akhirnya meregang nyawa.
"Pelaku merasa tersinggung kemudian melakukan penganiayaan. Berupa seperti menyikut, kemudian dengan lutut, dan memukul di belakang telinga," jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan dokter, tidak di temukan adanya luka akibat benda tumpul. Polisi menyimpulkan, korban meninggal dunia karena luka serius di otak kecil yang menyebabkan gagal nafas.
"Hanya tangan. Tidak ada pakai senjata. Mungkin karena belakang kepala ini lembek ya," terangnya.
AR yang merupakan santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, meregangkan nyawa pada Selasa (20/2) dini hari usai menjalani perawatan intensif selama beberapa terakhir.
Kasus penganiayaan ini terjadi pada 15 Februari lalu. Pelaku saat ini telah diamankan oleh pihak kepolisian di rumahnya.
BERITA TERKAIT
-
Gadis di Makassar Diperkosa 8 Pemuda Usai Dicekoki Miras
-
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Penculikan Bilqis, 2 Warga Jambi
-
Polisi Masih Buru 16 Pelaku Penjarahan Uang ATM Saat Rusuh di DPRD Makassar
-
Pelaku Penganiayaan Remaja Perempuan di Makassar Dilepas, Korban Sesalkan Polsek Bontoala
-
Dua Hari Diburu, Pelaku Sodomi Anak di Bawah Umur di Makassar Ditembak