TORUT, PEDOMANMEDIA - Kasus positif Covid-19 di Toraja Utara (Torut) kembali nihil. Pjs Bupati Torut, Amson Padolo mengkhawatirkan agar upacara adat pemakaman (Rambu Tuka' dan Rambu Solo) tak jadi kluster baru.
Amson menyebutkan upaya yang pihaknya telah lakukan untuk memutus mata rantai adalah sosialisasi secara masif protokol kesehatan. Menggunakan masker dan operasi yustisi bersama TNI-Polri serta memaksimalkan isolasi mandiri di rumah maupun rumah sakit.
"Sampai saat ini karena kesadaran yang tinggi dari masyarakat tidak ditemukan kluster yang baru. Yang dikhawatirkan bisa menjadi kluster adalah upacara adat pemakaman (Rambu Solo') dan upacara syukuran (Rambu Tuka')," katanya saat ditemui di Hotel Misiliana, Jum'at (2/10/2020).
Kadis Kominfo Sulsel itu mengatakan di Torut dilakukan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat. Pembelajaran dengan shift hanya dilakukan 3 hari dalam seminggu selama 3 jam dan kapasitas kelas hanya 18 murid per kelas.
"Strategi yang dilakukan selain menetapkan protokol kesehatan adalah mengkarantina setiap pendatang dari zona merah. Membagi bibit atau benih holtikultura kepada setiap kelompok masyarakat untuk kemandirian pangan. Melakukan olahraga, senam, serta berjemur. Meningkatkan gizi masyarakat baik protein dan vitamin. Melakukan rapid test massal," jelasnya.
Amson menghimbau kepada masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan dan kepada aparat untuk menegakkan pengawasan protokol kesehatan. Dari 31 kasus positif Covid-19, 29 sembuh dan 2 meninggal.
BERITA TERKAIT
-
Ikuti Asistensi APBL, Program Lembang Salu Sopai Kini Lebih Terarah
-
Dorong Transparansi, 111 Lembang di Toraja Utara Lakukan Asistensi APBL di Dinas PML
-
Bupati Frederik Minta Warga Torut Tanamkan Budaya Malu Soal Kebersihan
-
Pemkab Torut Raih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) 2026
-
Telan Rp12,3 M, Bupati Frederik Resmikan Jembatan Termahal di Torut