Rabu, 31 Januari 2024 21:46

Cegah Korupsi di Pelabuhan, Stranas PK Bahas Digitalisasi Pelabuhan

Ist
Ist

Program Stranas itu untuk melakukan transformasi di berbagai bidang.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) mengelar kegiatan pembahasan digitalisasi pelabuhan di ruang senat rektorat Universitas Hasanuddin, Rabu (31/01/2024). Pembahasan ini menghadirkan PT Pelindo dan Badan Karantina Indonesia.

"Proses pembenahan pelebuhan itu sudah berjalan 2021 sampai 2024 ini, awalnya 14 pelabuhan sekarang 46 pelabuhan prioritas nasional tapi sekarang itu kita merambat ke 264 pelabuhan, jadi ada 264 pelabuhan besar dibenahi sama Stranas di digitalisasi," ujar tenaga ahli Stranas PK, Febriyantoro, kepada awak media, Rabu (31/01/2024).

Kata Febriantoro ini adalah bentuk kerjasama dengan 18 kementerian dan lembaga, salah satunya Pelindo.

Baca Juga

"Terus ada 1.807 TUKS Tersus yang di digitalisasi secara nasional, ini kerja sama 18 kementerian dan lembaga, termasuk Pelindo tadi sebagai badan usaha turut evort untuk proses pembedahan di pelabuhan," kata Febriantoro.

Sementara itu Direktur Utama PT Pelindo mengatakan program Stranas itu untuk melakukan transformasi diberbagai bidang.

"Program Stranas itu adalah melakukan tranformasi di berbagai bidang, salah satunya itu adalah bagaimana melakukan, memantau, atau mendorong, transformasi pelayanan pelabuhan. Jadi di program Stranas Pelindo juga karantina itu menjadi satu objek yang harus dilakukan transformasi," ujar Direktur Utama PT Pelindo, Arif Suhartono, kepada awak media, Rabu (31/01/2024).

Dikatakan Arif yang dilakukan Pelindo adalah melakukan tranformasi atas pelayanan di seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia.

"Yang tadi saya sampaikan Pelindo itu adalah melakukan tranformasi atas pelayanan kita itu melakukan transformasi di seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia tapi secara bertahap karena tadi saya sampaikan melakukan transformasi itu tergantung dari maturity masing-masing pelabuhan bisa sampai satu tahun terkalau maturitynya sudah bagus mungkin sekitar 5-6 bulan nah yang saya sampaikan di Makassar pengelolanya itu sudah sangat-sangat terstandar dan apa yang selalu saya sampaikan perpendek poster itu bisa dilakukan," ucap Arif.

Dalam digitalisasi ini Badan Karantina Indonesia juga turut mengambil peran.

"Badan Karantina Indonesia tugasnya ini adalah selama ini memang di kegiatan lama itu lebih kearah tindakan karantina, nah sekarang ini kita ingin tindakan kami itu menjadi suatu sistem yang terdedikasi dengan sistem lembaga lainnya," ujar kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, kepada awak media, Rabu (31/01/2024).

Kata Sahat, Barantin ingin suatu sistem yang terdedikasi sehingga dokumen-dokumen sesuai dengan fisiknya atau barangnya.

"Nah pendapatannya adalah kita ingin suatu sistem yang terdedikasi dengan diskusi lainnya dibawah Indonesia nasional seperti itu. Sehingga dokumen-dokumen yang mengalir kesitu sesuai dengan fisiknya atau barangnya," kata Sahat.

Dikatakan Sahat semua dokumen yang akan dishare atau dibagikan ke semua lembaga kementerian ada transparansi.

"Semua dokumen di share ke semua kementerian lembaga atau entitas yang ada di pelabuhan sehingga disitu akan ada transparansi, ada kepastian data dan biaya sehingga pelaku usaha itu punya kepastian,"

"Nah ini semangatnya kita menata aksi pelabuhan yang ada di Stranas PK, ada efisiensi biaya, ada efisiensi waktu, dan juga ada tarif penurunan biaya logistik yang tadi di sampaikan oleh Dirut PT Pelindo saya pikir itu semangat-semangat yang sudah kita kerjakan dan kedepannya memang masih bisa kita maksimalkan lagi upaya-upaya tersebut dengan pelabuhan yang menjadi entitas yang memang menjadi sorotan pemerintah itu bersama dengan Pelindo, saya pikir apa yang diharapkan oleh bapak presiden Indonesia bisa lebih baik, di pelabuhan itu ada karantina, imigrasi dan bea cukai," tutup Sahat.

 

Penulis : Nober Salamba
Editor : Rahma Amin
#Stranas PK #PT Pelindo #Badan Karantina Indonesia
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer