Selasa, 12 Januari 2021 06:33

DPR Bahas Otsus Jilid 2 Papua, FRP: Setop, Kami Korban Banyak

Masyarakat Papua menggelar aksi menolak otsus
Masyarakat Papua menggelar aksi menolak otsus

Juru bicara (Jubir) dalam negeri Petisi Rakyat Papua (PRP) Samuel Awom mengatakan, rakyat Papua menolak otonomi khusus (otsus ). Sekitar 102 organisasi menyatakan hentikan pembahasan otsus dan berikan penentuan nasib sendiri di tanah Papua.

PAPUA, PEDOMANMEDIA - DPR RI menjadikan isu perpanjangan otonomi khusus untuk Papua sebagai prioritas pembahasan dalam masa persidangan III tahun 2020-2021. Namun upaya diplomatik ini ditolak keras masyarakat Papua.

Otsus Papua tertuang dalam RUU tentang perubahan atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. RUU ini akan menjadi salah satu agenda utama untuk diundangkan tahun ini.

Juru bicara (Jubir) dalam negeri Petisi Rakyat Papua (PRP) Samuel Awom mengatakan, rakyat Papua menolak otonomi khusus (Otsus ).

Baca Juga

"Sekitar 102 organisasi menyatakan hentikan pembahasan otsus serta menolak secara tegas dan berikan penentuan nasib sendiri di tanah Papua," tegas Samuel melalui keterangan pers yang diterima PEDOMANMEDIA, Selasa (12/1/2021).

Ia menegaskan, sikap penolakan otsus datang dari akar rumput masyarakat Papua Barat mulai dari Sorong sampai Samarai. Lanjut Awom, penandatanganan petisi penolakan otsus di tanah Papua  datang tanpa keterpaksaan tetapi  inisiatif masyarakat Papua itu sendiri.

"Kami dengan tegas nolak otsus. Berikan penentuan nasib bagi orang Papua secara tegas tanpa keterpaksaan," tururnya.

"Petisi rakyat Papua adalah manifestasi politik rakyat Papua Barat yang menolak keberadaan Otonomi Khusus di West Papua," tegasnya lagi.

Lebih lanjut kata Awom, indikator kegagalan otsus di tanah Papua dilihat beberapa aspek. Di antaranya di bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi. 

"Faktanya, justru kekerasan masih berlanjut serta pemerintah belum  seriusi melakukan upaya penyelesaian konflik politik di Papua barat," jelasnya.

 Lanjutnya, Jalan satu-satu sebagai solusi untuk menciptakan perdamaian di tanah Papua adalah melalui penentuan nasib sendiri bagi rakyat bangsa Papua.

Siang kemarin, Senin, 11 Januaria 2021, ribuan masyarakat Papua di Sorong Raya yang bergabung dalam  Fron Rakyat Papua menggelar aksi demo damai sebagai bentuk penolakan soal pembahasan RUU otsus di Jakarta.

Salah satu orator menyampaikan, "Jakarta stop bahas otsus sudah, barang su basih. Cukup sebagai pontensi sumber daya alam kami dirampok. Cukup sebagian dari kami dibunuh tanpa proses hukum terhadap pelaku. Sekarang berikan penentuan Nasib sendiri untuk kemerdekaan bagi Papua," tegas Natalius Yewen di sela-sela aksi.

Penulis : Jackson Ikomou
Editor : Muh. Syakir
#Otsus Papua #DPR RI #Provinsi Papua
Berikan Komentar Anda