Rabu, 10 Januari 2024 17:57

Caleg NasDem Nursanti Bantah Terlibat Penipuan: Ini Pembunuhan Karakter, Saya akan Lawan

Nursanti memberi keterangan pers di kediamannya.
Nursanti memberi keterangan pers di kediamannya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Junaidi dengan mengekspose kasus ini ke media, adalah upaya pembunuhan karakter.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sinjai dari Partai NasDem, Nursanti membantah telah melakukan penipuan terhadap Junaidi, pengusaha asal Bangka Belitung. Nursanti menegaskan, ini upaya pembunuhan karakter.

"Saya heran, kok saya dilapor penipuan. Penipuannya di mana? Sementara antara saya dengan Pak Junaidi itu kerja sama bisnis. Bukan utang piutang," terang Nursanti, Rabu (10/1/2024).

Menurut Nursanti, dalam perjanjian kerja sama bisnis yang mengikat keduanya, jelas bahwa segala bentuk kerugian ditanggung bersama. Begitu juga keuntungan akan dinikmati bersama.

Baca Juga

"Itu jelas ya bahwa untung rugi kita tanggung bersama. Makanya saya terima ketika Pak Junaidi ini mau berinvestasi ke tambang kami," terang dia.

Diakui Nursanti bahwa Junaidi memang menyuntik dana untuk bisnis tambang nikel miliknya di Morowali. Tetapi bukan dalam status utang piutang. Investasi yang ia tanam murni kerja sama kemitraan yang berorientasi bagi hasil. 

Selama ini, Nursanti juga telah menunjukkan itikad baik dengan mengembalikan dana hasil tambang kepada Junaidi. Meski kata dia, jumlahnya belum sesuai dengan dana yang ia investasikan.

"Kan kita menyerahkannya bertahap. Saya sudah pernah menyerahkan uang ke dia dari hasil tambang itu. Sekitar Rp90 juta. Itukan menunjukkan bahwa antara kami memang statusnya kerja sama," kata dia.

Beberapa waktu lalu Nursanti juga pernah hendak menyerahkan dana Rp300 juta kepada Junaidi. Ia menyerahkannya dalam dua tahap. Namun dua-duanya ditolak. 

"Dua kali saya serahkan itu. Rp300 juta. Tapi dia tolak. Dia maunya Rp1 miliar," jelasnya.

Kata Nursanti, ini menunjukkan bahwa ia punya itikad baik dalam perjanjian kerja sama itu.

"Saya serahkan uang berarti saya punya itikad baik. Sekarang saya malah dilapor penipuan. Logikanya di mana," ketus Nursanti.

Justru ketika Junaidi meminta pengembalian dana Rp1 miliar, itu sudah melenceng dari semangat kerja sama yang dibangun di awal. Kata Nursanti, sangat tidak logis dia meminta semua dana investasi yang pernah ia suntik, sementara kerja sama masih berjalan waktu itu. 

Belakangan, Junaidi sendiri yang memutus kerja sama secara sepihak. 

"Artinya ini tidak saling menguntungkan lagi namanya. Ini mau untung sendiri namanya," jelas dia.

Nursanti juga membantah soal bukti penerimaan uang sekitar Rp400 juta lebih yang katanya diserahkan Junaidi. Menurutnya, ia tidak pernah menerima dana itu. Dan tanda tangan yang diperlihatkan Junaidi dalam bukti penerimaan itu, bukan tanda tangannya.

"Saya sudah bantah itu di polda. Bahwa itu bukan tanda tangan saya. Ini bisa juga saya laporkan pemalsuan," tandas Nursanti.

Siap Laporkan Pencemaran Nama Baik

Nursanti mengatakan, ia bersama tim hukumnya saat ini tengah mengkaji untuk melaporkan balik Junaidi atas dugaan pencemaran nama baik. Menurutnya, apa yang dilakukan Junaidi dengan mengekspose kasus ini ke media, adalah upaya pembunuhan karakter.

"Ini pembunuhan karakter. Saya akan lawan itu. Saya tidak terima martabat saya dijatuhkan," ketusnya.

Nursanti mengatakan, dalam waktu dekat ia akan memutuskan untuk melaporkan Junaidi ke Polda Sulsel.

"Secepatnya (melapor). Saya tidak terima ini. Harga diri saya sudah dijatuhkan," imbuhnya.

Kasus ini sendiri tengah bergulir di Polda Sulsel. Junaidi resmi melaporkan Nursanti ke Polda Sulsel pada 18 September 2023.

Editor : Muh. Syakir
#Caleg Nasdem #Partai Nasdem
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer