Aktivis Desak APH Periksa Kadis Pertanian Torut Terkait Dugaan Mark Up Pakan Ternak
Menurutnya, kepala dinas bertanggung jawab dalam penggunaan anggaran.
TORUT, PEDOMANMEDIA - Direktur Lembaga Antikorupsi Sulawesi Selatan (Laksus) Muhammad Ansar mendesak aparat penegak hukum (APH) memeriksa Kepala Dinas Pertanian Toraja Utara Lukas Pasarai terkait dugaan mark up pakan ternak babi. Ansar menyebut, anggaran pakan ternak terkesan tak rasional.
"Nilai anggaran terlalu fantastis. Karena itu perlu diusut ada tidaknya unsur mark up di dalamnya. Kadis perlu menjelaskan dimana saja anggaran itu dibelanjakan," terang Ansar, Rabu (27/9/2023).
Seperti diketahui anggaran pakan ternak babi yang dikelola Distan Torut disoroti DPRD karena dinilai terlalu besar. Pagu anggarannya untuk 2023 sekitar Rp700 juta.
Anggota DPRD Toraja Utara dari Fraksi Partai Golkar, Julianto Mapeley menyebut, anggaran yang menyentuh angka Rp700 juta terlalu fantastis.
Julianto menilai ada yang tidak rasional dalam penggunaan anggaran itu. Ia berharap segara dilakukan audit agar bisa dideteksi ada tidaknya mark up di dalamnya.
Senada Julianto, Ansar juga berharap aparat penegak hukum menyikapi temuan DPRD. Menurutnya, kepala dinas bertanggung jawab dalam penggunaan anggaran.tinggi
"Anggaran kecil seperti ini memang rawan dimark up. Karena kadang tidak terpantau oleh APH," jelasnya.
Ansar juga menyebut, kasus pakan ternak ini juga bisa menjadi pintu masuk mengusut kasus lain di Dinas Pertanian dengan pagu anggaran yang lebih besar.
Sementara itu sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Toraja Utara Lukas Pasarai membenarkan total anggaran pakan ternak babi menyentuh Rp700 juta. Menurut Lukas, angka itu biasa dan rasional.
"Jadi begini itu anggaran pakan Rp700 juta lebih tapi angka pastinya saya sudah lupa. PPTK nya yang tahu pasti itu masalah angkanya. Anggaran ini sudah dicairkan 100% pada bulan ini, " kata Lukas.
Lukas mengaku tak masalah anggaran itu dipersoalkan. Ia justru merasa siap jika hendak dilaporkan ke APH.
"Justru saya suka kalau APH periksa kami karena kami bisa jelaskan detailnya di situ. Ngapain saya takut karena pengadaan ini jelas ada kontraktornya. Apalagi ini ditender jadi salahnya kami di mana," tegas Lukas dengan nada tinggi.
