Geya: Jadi Peserta JKN, Berobat Tidak Perlu Mengeluarkan Biaya Lagi
Negara hadir di tengah masyarakat untuk memastikan seluruh penduduk Indonesia mendapatkan perlindungan kesehatan.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Di balik kesibukannya menjual aneka cemilan kekinian, Geya warga Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja ini mengaku tetap mengutamakan dan menjaga kesehatan. Selain menjaga pola hidup sehat, ia juga membentengi diri dengan menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Kesehatan diri itu sangat penting bagi saya karena apabila saya sakit saya tidak dapat bekerja, selain menjaga kesehatan dengan menjaga pola makan, saya juga mempersiapkan proteksi diri guna memberi perlindungan kesehatan saat sewaktu-waktu sakit dengan mengikuti Program JKN,” ujar Geya (29/8/2023).
Geya sangat senang bisa terdaftar sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran yang iurannya dibiayai oleh pemerintah. Setelah terdaftar menjadi peserta JKN, ia dapat berobat secara gratis. Sebelumnya, setiap berobat ia mengeluarkan biaya sendiri.
Dahulu, lanjut Geya, banyak masyarakat kurang mampu termasuk dirinya yang sulit mendapatkan pelayanan kesehatan. Namun, setelah adanya program JKN, ia dan masyarakat dapat menikmati pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan baik di puskesmas maupun rumah sakit tanpa adanya biaya yang dikeluarkan. Fakta itulah yang membuat ia dan keluarganya sangat antusias untuk turut serta untuk menjaga keaktifan kepesertaan dalam program JKN.
“Program JKN ini sangat membantu saya dan keluarga, karena dengan adanya program ini, risiko keuangan yang terkait dengan biaya perawatan kesehatan yang mahal dapat dikurangkan atau bahkan dihilangkan,” kata Geya.
Geya mengatakan bahwa ia rutin mengakses layanan kesehatan di puskesmas terdekat. Ia juga menceritakan sebelumnya pernah menggunakan JKN untuk pengobatan maag yang dideritanya, dimana ia sempat dirawat di rumah sakit selama lima hari pada tahun 2016 silam. Pada awalnya geya merasa tidak enak badan mual, muntah, rasa terbakar diperut dan kadang-kadang perut terasa perih meskipun sudah makan.
“Pelayanan yang diberikan oleh petugas rumah sakit pada saat saya dirawat di rumah sudah cukup baik, dokter dan perawat ramah tidak ada perbedaan yang saya rasakan saat menjadi pasien umum atau saat saya mengakses layanan kesehatan menggunakan JKN dan yang terpenting tidak ada biaya tambahan atau gratis sampai saya diperbolehkan pulang,” ucap Geya.
Geya juga mengatakan selama ia menjadi peserta JKN juga pernah mengalami kendala seperti mengalami kesulitan dalam akses dan ketersediaan fasilitas kesehatan, dikarenakan rumah sakit atau puskesmas jauh dari tempat tinggal yang menyebabkan ia dan warga kesulitan saat membutuhkan pelayanan medis darurat atau pemeriksaan rutin.
Ia berharap kepada pemerintah lebih banyak menyediakan fasilitas kesehatan untuk masyarakat terutama di daerah terpencil dan ia juga berharap lebih banyak lagi fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BJS Kesehatan. Kemudian bagi BPJS Kesehatan diharapkan tetap berada dalam kondisi keuangan yang sehat dan berkelanjutan sehingga program JKN dapat berjalan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Terima kasih untuk BPJS Kesehatan yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada saya dan seluruh peserta Program JKN dan bagi masyarakat yang belum terdaftar program JKN, mari turut berpartisipasi dalam program pemerintah ini karena menjadi peserta JKN merupakan pilihan yang bijaksana untuk memperoleh perlindungan kesehatan,” tutup Geya.
Melalui program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini kata Geya, negara hadir di tengah masyarakat untuk memastikan seluruh penduduk Indonesia mendapatkan perlindungan kesehatan secara komprehensif, adil, dan merata. Untuk menjadi peserta JKN, warga harus mendaftar dan membayar iuran bulanan sesuai dengan kategori segmen peserta yang mereka pilih.
