Cerita Selvi Menjadi Peserta JKN, Segmen Penerima Bantuan Iuran dari Pemerintah
Program JKN ini menurut Selvi adalah pelindung dia dan keluarganya.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Memiliki jaminan kesehatan sangatlah perlu di zaman sekarang. Seperti Selvi (49) seorang ibu rumah tangga asal Makale, Kabupaten Tana Toraja. Selvi telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak dari tahun 2014 dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN.
“Sejak dari tahun 2014 saya dan keluarga telah menjadi peserta JKN yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Hal ini menjadi suatu anugerah sendiri kepada keluarga kami yang penghasilannya tidak tentu, suami saya hanya bekerja sebagai supir antar daerah, dan untuk membantu ekonomi keluarga saya punya usaha sampingan berupa jadi tukang antar undangan di Makale,” Kata Selvi.
Selvi ibu dari sembilan orang anak ini bersyukur terdaftar sebagai Peserta JKN, sehingga tidak perlu memikirkan biaya dalam hal jaminan kesehatan bagi dia dan keluarganya.
“Tentunya saya dan keluarga sangat bersyukur dengan adanya Program JKN karena sangat membantu, melihat dengan kondisi keuangan kami yang kurang. Program JKN ini bukan sekali dua kali saya rasakan manfaatnya, beberapa kali keluarga kami ada yang masuk rumah sakit,” ucapnya.
Selvi menceritakan, bagaimana ketika anaknya yang ke sembilan sakit demam tinggi yang disertai dengan muntah, tanpa pikir panjang ia langsung membawa anaknya ke rumah sakit, pada saat itu ia merasa bersyukur karena sudah terdaftar sebagai peserta JKN.
“Pada anak saya masuk rumah sakit, saya bersyukur telah diperhatikan oleh pemerintah sehingga saya dan keluarga terdaftar sebagaai peserta JKN, jika dihitung-hitung berapa ratus ribuh yang harus saya keluarkan jika harus terdaftar sebagai peserta mandiri, dan berapa rupiah yang saya keluarkan jika saya tidak terdaftar sebagai peserta JKN jika ada keluarga yang masuk rumah sakit,” ungkap Selvi.
Lanjut Selvi menceritakan jika kepesertaan JKN adalah pelindung ia dan keluarga, apalagi ada anaknya yang bersekolah diluar daerah.
“Waktu itu anak keenam saya yang kuliah di luar kota Tana Toraja sempat masuk rumah sakit yang ada di Kota Palopo, karena tiba-tiba merasa sesak, sehingga harus di bawah ke rumah sakit yang ada di sana. Syukur dengan Program JKN anak saya terlindungi dari biaya rumah sakit,” Cerita Selvi
Program JKN ini menurut Selvi adalah pelindung dia dan keluarganya, menurutnya dari pengalamannya yang walaupun anaknya yang sakit jauh dari keluarga tetapi penanganannya ketika dirumah sakit sangat baik.
“JKN ini jadi pelindung saya dan keluarga, bayangkan jika anak kita harus jauh dari keluarga dan ketika jauh harus sakit, bagaimana perasaan saya dikala itu, namun berkat JKN ini, anak saya mendapat penanganan yang baik di Rumah Sakit Palopo pada saat itu, bukan hanya anak saya yang merasakan manfaatnya namun saya sendiri pun merasakan ketika melahirkan anak saya yang kesembilan dulu,” paparnya.
Selvi sangat mengapresiasi program JKN ini, membuat ia dan keluarganya merasa terbantu karena iurannya dibayarkan oleh pemerintah, hal ini sangat membantu Selvi, dari segi ekonomi keluarga dan sebab program ini ia juga bisa merasakan layanan kesehatan yang baik. Keluarganya salah satu peserta JKN dari segmen peserta PBI yang dibayar oleh pemerintah karena tergolong warga yang kurang mampu.
"Itulah mengapa kami sangat berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan JKN yang iurannya bisa dibilang gratis ini. Apa lagi di zaman sekarang serba mahal, yang membuat kita harus bekerja keras, dengan terdaftar sebagai peserta JKN kami tidak perlu memikirkan biaya tambahan lain lagi selain biaya untuk membiayai sekolah anak anak saya,” ungkapnya.
