Cerita Roy Naldi Pottimbang, Warga Tator yang Terbantu Program JKN BPJS Kesehatan
Roy mengaku sangat senang dengan layanan rumah sakit tanpa adanya diskriminasi.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Roy Naldi Pottimbang (27) warga Palilli’, Kelurahan Sa’tandung, Kecamatan Saluputi, Tana Toraja telah merasakan manfaat Program JKN BPJS Kesehatan. Ia sangat terbantu saat harus terbaring sakit karena Malaria.
Ditemui di sela-sela mengikuti kegiatan Mobile Costumer Service (MCS) di Kelurahan Sa’tandung, Roy Naldi dengan atusias menceritakan pengalamannya menggunakan kartu JKN ketika sakit Malaria yang mengharuskan ia mendapatkan perawatan selama empat hari di Rumah Sakit Fatima Makale.
“Satu bulan lalu saya sakit malaria, gejala awal yang saya rasakan badan menggigil dan demam tinggi, kepala pusing kemudian seluruh tubuh terasa pegal dan nyeri serta saya merasa tidak nafsu makan. Kemudian saya memutuskan untuk pergi ke UGD ke RS Fatima,” ujar Roy Naldi.
Sesampainya di rumah sakit, Roy mendapatkan perawatan awal untuk menstabilkan kondisinya. Mulai dengan dilakukan pengecekan fisik sampai pemeriksaan darah oleh perawat. Hasil pemeriksaan menunjukan ia didiagnosa sakit malaria.
Selama mendapatkan perawatan di rumah sakit, Roy mengaku semua pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan sangat baik dan ramah. Perawat dan dokter sangat respon terhadap kebutuhan dan keluhan yang ia rasakan. Untuk administrasi juga dirasa cepat dan mudah, ia mengaku cukup menunjukan KTP sudah dapat mengakses layanan Program JKN untuk pembiayaan rumah sakit.
“Sekarang semua serba mudah saya datang membawa KTP, petugas mengecek di aplikasi kemudian data peserta JKN saya sudah otomatis muncul, sehingga untuk biaya perawatan saya selama di Rumah Sakit Fatima ditanggung oleh Program JKN dan tidak ada biaya tambahan apapun yang saya keluarkan,” kata Roy.
Ia juga menambahkan setelah empat hari dirawat dan telah menunjukkan kondisi kesehatan yang semakin membaik gejala demam dan nyeri yang ia rasakan juga sudah jauh berkurang berkat penanganan yang maksimal dari petugas kesehatan. Roy mengaku sangat senang dengan layanan rumah sakit tanpa adanya diskriminasi walaupun dirinya terdaftar sebagai peserta JKN segmen Penerima Iuran Bantuan (PBI) dengan hak kelas tiga.
“Menurut saya meskipun terdaftar pada segmen PBI, saya mendapatkan banyak manfaat terutama bagi masyarakat menengah ke bawah dengan penghasilan yang tidak terlalu besar seperti saya, kami sudah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk berobat jika ke puskesmas atau ke rumah sakit,” ucapnya
Tidak lupa Roy juag menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah karena ia dan keluarga sudah didaftarkan sebagai peserta JKN. Menurutnya selama terdaftar selama kurang lebih satu tahun dengan segmen PBI diakui tidak ada masalah yang dihadapi, justru ia merasa bersyukur karena pemerintah membantu pembiayaan kesehatan bagi dirinya dan keluarga setiap bulan.
Roy menyampaikan harapannya agar Program JKN terus berjalan sehingga semua orang dapat terbantu dan meraskan manfaatnya. Dan untuk BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN semakin memberikan layanan JKN yang mudah, baik, dan cepat. Fasilitas kesehatan yang dinilainya sudah memberikan pelayanan yang baik, ia berharap dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk segera mendaftarkan diri menjadi peserta JKN. Ia berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya perlindungan kesehatan sehingga saat sakit tidak ada alasan terbentur masalah biaya.
“Malaria yang saya rasakan cukup membuat saya tidak nyaman dan saya berharap untuk yang lain jangan sampai terkena sakit malaria atau sakit apapun dan kemudian baru mendaftarkan diri menjadi peserta JKN. Program ini sangat bagus dan akan saya rekomendasikan kepada kolega saya agar mendapatkan perlindungan kesehatan,” tutupnya.
