10 Tahun 'Mandul' di Dapil 5 Sulsel, PPP Ambisi Rebut Kursi di 2024
Popularitas dan elektoral dari ketua DPC PPP Bulukumba itu, secara otomatis akan ikut mendongkrak elektoral caleg provinsi.
BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menargetkan kursi legislatif provinsi di dapil 5 Sulsel yang meliputi Kabupaten Bulukumba dan Sinjai. Partai berlambang Kakbah ini, berambisi untuk "pecah telur" yang sudah 10 tahun "mandul" di dapil tersebut.
Ketua Bappilu DPW PPP Sulsel, Yusran Sofyan mengungkapkan sejumlah operasi politik untuk berbenah lebih progresif ke depan. Ia pun optimistis di tahun 2024, sebagai momentum mengembalikan kejayaan PPP di dua kabupaten yang ada di selatan-selatan Sulsel.
"Memang konsentrasi kita di DPW PPP agar fokus memperoleh kursi dari dapil yang tak punya kursi sebelumnya, termasuk dapil 5 Sulsel," kata Yusran Sofyan kepada PEDOMANMEDIA, Senin, 10 Juli 2023.
Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini, mengemukakan bahwa untuk mewujudkan misi besar partai, maka diperlukan langkah-langkah strategis dan taktis. Selain itu, ada variabel lintas tokoh jadi magnet elektoral.
"Kita berkomunikasi dengan tokoh-tokoh lokal yang punya pengaruh, serta mampu membawa harapan masyarakat di kabupaten tersebut. Seperti Ketua PPP Bulukumba Haji Askar yang mendorong putranya Vikra Zulfikar Askar maju caleg provinsi," kata Yusran Sofyan.
Menurutnya ketokohan Askar HL di Bumi Panritalopi Bulukumba, tak diragukan lagi. Sebab tak hanya status ketua parpol saja, Askar HL merupakan calon bupati di Pilkada Bulukumba 2020 lalu.
Dengan demikian, kata Yusran menambahkan, popularitas dan elektoral dari ketua DPC PPP Bulukumba itu, secara otomatis akan ikut mendongkrak elektoral caleg provinsi.
"Ketokohan Haji Askar akan mempengaruhi kandidat yang ia dorong, apalagi ada keterikatan hubungan darah anaknya sendiri," jelasnya.
Ia lebih jauh membongkar peta kekuatan PPP, lewat tokoh lokal di Kabupaten Sinjai, Haji Guntur. Pengusaha terkemuka dikenal punya modal sosial yang baik ini, juga mendorong putranya Achmad Fauzan Guntur maju caleg provinsi dapil 5 Sulsel.
"Beliau (Haji Guntur) banyak membantu mempekerjakan orang di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba," kata Yusran Sofyan, yang juga eks politikus partai Gerindra.
"Dua sosok ini masih tergolong figur muda. Namun mereka didukung oleh orangtuanya, maka kerja-kerja politiknya akan lebih maksimal," sambungnya.
Yusran menguraikan PPP belum puas dengan kehadiran dua tokoh muda tersebut. Sehingga, PPP mendorong figur perempuan yang merupakan kerabat ulama kharismatik Sulsel, Syekh Sayyid Abd Rahim Assegaf atau Puang Makka.
"Kita minta ponakan beliau (Puang Makka) masuk sebagai refresentasi perempuan. Walaupun esensinya mencukupkan kuota perempuan, tapi kita ingin perempuan itu punya pengaruh elektoral," imbuhnya.
PPP dalam 10 tahun terakhir di dapil 5 Sulsel, gagal mendudukkan kadernya ke parlemen. Terakhir, kader PPP yang duduk di kursi legislatif DPRD Sulsel dapil 5 yaitu Andi Mariattang, periode 2009-2014. Srikandi PPP ini, sebelumnya juga pernah jadi wakil rakyat meliputi Kabupaten Bantaeng, Bulukumba, Selayar dan Sinjai, tahun 2004-2009.
Lantas, seberapa besar kans PPP dalam meraih kursi legislatif DPRD Sulsel dapil 5 tahun 2024 mendatang?
Pengamat politik UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad berpandangan bahwa ada dua variabel yang akan menentukan potensi mendapatkan kursi legislatif. Ia menyebut, pertama adalah parpol yang punya pengaruh besar.
Menurutnya dari segi posisioning partai, maka PPP sudah masuk kategori berpeluang. Kemudian kedua, kata dia, adalah figur yang ada di parpol tersebut.
"Nah kalau figurnya bagus, memiliki modal sosial dan popularitas, punya ketokohan besar di masyarakat, itu juga peluang untuk terpilih," kata Firdaus Muhammad.
Hanya saja, jika parpol besar lantas kandidat yang diajukan tak marketable atau pun tak layak jual, maka potensinya akan kalah. Sebaliknya potensi gagal jika ada tokoh besar, tapi partainya kecil.
"Terpenting partai harus savety, partai yang sudah dikenal oleh masyarakat. Kedua pada figur yang harus memiliki nilai jual di masyarakat. Jadi produk yang bagus memiliki nilai jual. Cara menjualnya harus sesuai kebutuhan pasar," jelas Firdaus Muhammad.
Sementara, manajer Strategi dan Operasional Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy Syam menjelaskan bahwa parpol yang tak memiliki kursi legislatif, terlebih dahulu bekerja ekstra dalam mendapatkan petarung-petarung andal.
"Parpol yang menargetkan kursi legislatif mesti menyiapkan banyak caleg bertipikal petarung,"
Ia berpendapat, langkah yang dilakukan PPP di dapil 5 Sulsel dengan mendorong figur-figur yang memiliki ikatan darah dengan tokoh populer seperti putra Haji Askar dan putra Haji Guntur, sudah tepat dalam upaya mengamankan kursi.
"Keberadaan figur-figur tersebut tentu bisa memberi insentif elektoral bagi PPP," kata Nursandy.
