TORUT, PEDOMANMEDIA - Masyarakat melaporkan adanya dugaan penggelembungan anggaran pada proyek jalan poros Lelean Tangga Seribu, Lembang Salu Sarre, Kecamatan Sopai, Toraja Utara. Inspektorat menegaskan, kasus itu tengah dalam proses audit.
Salah seorang warga Salu Sarre mengungkapkan, proyek jalan Lelean dilaporkan beberapa waktu lalu. Masyarakat menemukan banyak kejanggalan pada proyek itu. Terutama kata dia, soal nilai anggaran yang tidak selaras dengan realisasi proyek.
"Anggarannya itu kan dari Dana Desa. Sudah disuntik ratusan juta. Proyek tersebut pernah dianggaran Rp175 juta pada tahun 2022. Kemudian pada tahun 2023 kembali disuntik. Hanya saja nilai anggarannya ini ditutupi sama kepala lembang," katanya.
Ia menuturkan, selain ada indikasi mark up, juga diduga ada monopoli pengadaan material oleh kepala lembang.
"Jadi semua proyek fisik dikerja oleh kepala lembang. Kalau material pasir, semen dan sertu semuanya kendaraannya pak lembang yang masukkan. Tidak melibatkan masyarakat," terang warga.
Sementara itu Kepala Inspektorat Pemkab Torut Jhoni Kantong membenarkan menerima laporan dari masyarakat terkait jalan poros Leleang yang bermasalah. Kata dia, saat ini sedang dilakukan audit untuk mendeteksi adanya indikasi mark up.
"Sementara diaudit pak, nanti kalau ada temuannya saya apakah kesalahan administrasi atau ada temuan lainnya pasti kami tindak lanjuti. Dan tidak akan memberikan rekomendasi kepada Kepala Lembang Sarre kalau ada temuannya," tegas Jhoni Kantong.
Jhoni menuturkan, tim auditor sedang bekerja. Dalam beberapa pekan ke depan ia yakin sudah bisa menyimpulkan hasilnya.
"Di mana letak penyimpangannya akan terdeteksi dari hasil audit. Termasuk kalau ada mark up pasti kita temukan. Jadi tunggu saja ya," ucapnya.
Kepala Lembang Usir Wartawan
Sementara itu Kepala Lembang Salu Sarre Andi Surawijaya yang dikonfirmasi terkait laporan itu enggan memberi keterangan. Andi malah dengan emosional mengusir wartawan.
"Siapa yang suruh bapak ke sini. Siapa yang kasih bapak informasi. Silakan tulis apa yang kamu dapat di lapangan. Intinya saya tidak akan mau komentari. Silakan kalian pulang," ketua Andi dengan nada membentak, Jumat (16/6/2023).
TAG
BERITA TERKAIT
-
IMB-Amdal Lalin Bermasalah, Pemkab Torut Segel Sejahtera Mart
-
Frederik Boyong Istri dan FKUB Torut Jalan-jalan ke Pontianak, Aktivis: Hanya Hambur Uang!
-
Ikuti Asistensi APBL, Program Lembang Salu Sopai Kini Lebih Terarah
-
Dorong Transparansi, 111 Lembang di Toraja Utara Lakukan Asistensi APBL di Dinas PML
-
Bupati Frederik Minta Warga Torut Tanamkan Budaya Malu Soal Kebersihan