Corona Masih Hantam Ekonomi RI, Kuartal IV Minus 2,9%
Pertumbuhan konsumsi di keseluruhan 2020 masih minus 2,7% hingga minus 2,4%. Keseluruhan tahun konsumsi rumah tangga ada di minus 2,7% hingga minus 2,4%.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Gelombang Corona masih memukul ekonomi RI. Hingga kuartal IV 2020, pertumbuhan ekonomi masih berada di kisaran minus 2,9% hingga 0,9%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, situasi ini masih akan berpengaruh besar pada konsumsi masyarakat. Konsumsi masyarakat pada kuartal IV-2020 outlook-nya berada di kisaran minus 3,6% hingga minus 2,6%.
"Ini efek dari gelombang Corona yang masih terjadi. Konsumsi masyarakat yang outlook untuk kuartal keempatnya tentu saja masih akan sampai dengan akhir Desember Masih pada kisaran antara minus 3,6% sampai minus 2,6%," tutur Sri Mulyani, Senin (21/12/2020).
Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan konsumsi di keseluruhan 2020 masih minus 2,7% hingga minus 2,4%. Keseluruhan tahun konsumsi rumah tangga ada di minus 2,7% hingga minus 2,4%.
"Ini yang menjadi salah satu penyebab kenapa kita melakukan revisi terhadap proyeksi ekonomi tahun 2020 yang agak sedikit menurun yaitu di minus 2,2% hingga minus 1,7%," tuturnya.
Kemudian konsumsi pemerintah untuk keseluruhan tahun diperkirakan berada di kisaran minus 3,1% hingga minus 0,3%. Sedangkan di kuartal IV-2020 mengalami kontraksi. Sementara konsumsi pemerintah yang sudah melakukan kerja sangat ekstra keras di kuartal III untuk keseluruhan tahun, masih ada di kisaran antara minus 3,1% untuk keseluruhan tahun ada di kisaran minus 0,3% hingga 0,3 positif.
Sri Mulyani menambahkan, untuk investasi masih mengalami kontraksi di kisaran 4% yaitu kuartal IV minus 4,3% hingga 4,0%, sehingga keseluruhan tahun untuk investasi masyarakat atau dunia usaha ada di minus 4,5% hingga minus 4,4%. Ekspor yang mengalami perbaikan yang cukup baik terutama nanti kami sampaikan pada bulan November sehingga outlook untuk kuartal IV ada di negatif 2,6% bahkan bisa sedikit di bawah nol yaitu minus 0,6%, sehingga keseluruhan tahun ekspor akan ada di kisaran minus 6,2% hingga 5,7% negatif.
Terkait impor, masih mengalami kontraksi pada kuartal III. Sedangkan pada kuartal terakhir 2020 sudah menunjukkan perbaikan.
Pada Kuartal keempat sudah mulai menunjukkan arah pembalikan yaitu di negatif 18,3%, hingga negatif 15,5%, sehingga sekarang keseluruhan agregat demand kita sudah menunjukkan pembalikan atau arah menuju pemulihan yang konsisten dibandingkan terutama kuartal II.
"Outlook ekonomi kuartal IV-2020 adalah minus 2,9% hingga minus 0,9%. Sedangkan full year perkiraannya minus 2,2% hingga minus 1,7%. Dan oleh karena itu keseluruhan tahun outlook untuk kuartal keempat adalah negatif 2,9% hingga negatif 0,9%. Dan keseluruhan tahun 2020 outlook adalah di minus 2,2% hingga minus 1,7%," katanya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
