Jelang Tahun Baru, NA Bicara Ancaman Terorisme dan Narkoba
Menurut NA, narkoba sudah masuk ke semua level di masyarakat kita. Narkoba merusak sendi sendi bangsa dan telah menghancurkan masa depan banyak generasi.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengingatkan semua pihak agar mengantisipasi ancaman terorisme menjelang pergantian tahun. Ia menyebut ancaman terorisme adalah persoalan bangsa yang butuh perhatian serius.
"Kita harus mengantisipasi ancaman terorisme. Karena ini adalah hal yang sangat berbahaya bagi keutuham bangsa. Tak hanya terorisme, PR berat kita juga adalah narkoba," ujar NA saat memimpin apel gelar pasukan TNI-Polri dalam rangka Operasi Lilin untuk pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru di Kota Makassar, Senin (21/12/2020).
Menurut NA, narkoba sudah masuk ke semua level di masyarakat kita. Narkoba merusak sendi sendi bangsa dan telah menghancurkan masa depan banyak generasi.
"Karena itu dua masalah ini akan jadi persoalan bersama kita. Kita harus bersama sama menyelamatkan anak bangsa dari pengaruh radikalisme dan narkoba," papar NA.
Sebanyak 2.000 personel gabungan TNI-Polri mengikuti apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Lilin di Lapangan Karebosi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Makassar. Selain melibatkan TNI dan Polri, gelar pasukan ini juga diikuti oleh unsur Satpol PP, Damkar Makassar, hingga Basarnas.
Gelar pasukan dipimpin langsung oleh Gubernur Sulsel, dengan didampingi Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, hingga Pj Wali Kota Rudy Jamaluddin.
Pada kesempatan apel tersebut, Gubernur Nurdin meminta personel gelar agar siap siaga mengantisipasi berbagai potensi ancaman menjelang natal dan tahun baru. Gubernur Nurdin meminta ketertiban masyarakat menjadi perhatian khusus di masa-masa seperti ini.
"Antara lain ancaman terorisme, ancaman sabotase, penggunaan narkoba, aksi kriminalitas seperti curat (pencurian disertai pemberatan) , curas (pencurian disertai kekerasan) dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor)," ujarnya.
Sementara itu, selepas gelar pasukan, Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam mengatakan bahwa pihaknya siap menjaga ketertiban masyarakat agar terus kondusif.
"Dengan adanya operasi lilin ini kita sudah siapkan pengamanan, utamanya pengamanan natal dan tahun baru dengan sesuai standar operasional prosedur yang ada," kata Irjen Merdisyam kepada wartawan pascagelar pasukan.
Terkait jumlah 2000 personel yang disiagakan di Makassar, Irjen Merdisyam menyebut jumlah itu telah sesuai konsep operasi.
"Itu sudah diatur di dalam konsep operasi kita melibatkan 2/3 kekuatan saat pelaksanaan. Kurang lebih kalau di Makassar keseluruhan sekitar 2000 personel," katanya.
